Ada Celah Keamanan, AS Tarik Peredaran 465 Ribu Alat Pacu Jantung

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 31 Aug 2017 11:52 WIB
cyber security
Ada Celah Keamanan, AS Tarik Peredaran 465 Ribu Alat Pacu Jantung
foto: ZDNet

Metrotvnews.com: Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) baru-baru ini menyarankan produsen alat medis menarik sekitar 465 ribu alat pacu jantung.

Langkah ini diambil setelah diketahui ada celah keamanan yang cukup berbahaya dari alat tersebut. Berdasarkan informasi yang didapatkan ZDNet, penarikan dilakukan demi memperbarui software yang terpasang.

Alat pacu jantung (pacemaker) bisanya mengharuskan penggunanya mengunjungi dokter secara berkala demi mendapatkan update firmware. Langkah ini dilakukan agara alat pacu jantung tetap aman dari target hacker. Ya, hacker sekarang ini juga mengincar celah keamanan dari alat medis.

Berhubung banyak alat pacu jantung yang semakin pintar karena bisa terhubung dengan smartphone, ada celah yang bisa dimanfaatkan hacker untuk memanipulasi berbagai hal. Ini mengundang bahaya kepada pasien yang hidupnya telah tergantung pada alat ini. Tidak ada yang tahu apa yang hacker inginkan ketika mereka berhasil mendapatkan akses tersebut.

FDA sendiri telah meminta beberapa produsen alat pacu jantung untuk memperbarui firmware mereka. Ada beberapa celah kritis yang dianggap perlu ditambal. Celah yang berhasil dibobol memungkinkan hacker menghabiskan baterai alat pacu jantung lebih cepat, mengubah pengaturan umum, bahkan mengganti kecepatan pacu alat.

Pemasangan firmware harus dilakukan dengan mengunjungi rumah setiap pasien, mengingat mereka adalah pihak  yang menggantungkan hidupnya dengan alat ini. Dari total 465 ribu unit alat pacu jantung, belum diketahui apakah ada unit yang beredar di luar Amerika Serikat. 

Meskpin punya celah berbahaya, FDA menyebut alat pacu jantung yang makin canggih memberikan kontribusi nyata untuk pasien, seperti analisis yang lebih akurat, cepat, dan efisien. Pihak rumah sakit bisa memberikan perawatan lebih tepat dan pelayanan yang lebih cepat.

Sejauh ini, belum ada laporan mengenai alat pacu jantung yang dimanipulasi, tetapi pasien dan pihak rumah sakit tetap diminta memperbarui alat mereka secepat mungkin.


(MMI)

Video /