Qualcomm: Kerja Sama Kemenperin Demi Lindungi Konsumen

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 10 Aug 2017 18:16 WIB
qualcomm
Qualcomm: Kerja Sama Kemenperin Demi Lindungi Konsumen
Qualcomm sebut kerja sama dengan Kemenperin jadi bagian dari investasi di riset dan pengembangan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerja sama dalam pembangunan pusat data nomor indentitas perangkat elektronik komunikasi atau IMEI menjadi bentuk komitmen Qualcomm terkait dengan inovasi teknologi, sesuai dengan program riset dan pengembangannya.

"Dari kerja sama ini, kita tidak fokus ke keuntungan dari sisi bisnis. Kita mau bawa masuk teknologi kita ke setiap negara, juga mau improve user experience konsumen. Kerja sama ini juga upaya kami untuk memastikan konsumen terlindungi," ujar Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong.

Kerja sama ini selaras dengan fokus Qualcomm sejak berdiri, dan telah berinvestasi dalam jumlah besar pada divisi riset dan pengembangan. Hingga saat ini, Senior Director Qualcomm Technology Licensing, Mohammad Raheel Kamal, menyebut Qualcomm menginvestasikan 20 persen dari pendapatannya untuk bidang riset dan pengembangan.

Sejak awal tahun 2000, Qualcomm telah menginvestasikan total dana sebesar USD40 juta, untuk riset dan pengembangan. Kerja sama dengan Kementerian Perindustrian ini, ujar Kamal, menjadi bagian dari anggaran untuk riset dan pengembangan tersebut.

Qualcomm juga menyebut di masa mendatang juga akan bekerja sama dengan operator seluler di Indonesia untuk pusat data nomor IMEI perangkat tersebut. Karena, proyek ini berkenaan dengan berbagai instansi dan lembaga, termasuk kementerian di Indonesia.

Operator juga disebut Kamal akan memegang peranan signifikan terkait dengan implementasi pada proyek ini, meski hingga saat ini, Qualcomm belum memulai pendekatan terhadap penyedia layanan komunikasi di Indonesia tersebut. Namun Qualcomm akan menjangkau operator saat dibutuhkan dengan bantuan kementerian terkait.

Disinggung terkait data asal ponsel ilegal terbanyak berasal, Kamal enggan berkomentar, dan menyebut lebih memilih untuk terfokus untuk membantu negara seperti Indonesia, dalam mengurangi hingga menghentikan peredaran ponsel legal tersebut.

Dukungan Qualcomm dalam memerangi peredaran ponsel ilegal di Indonesia, dan menjadikannya sebagai proyek jangka panjang ini juga didorong oleh sejumlah asosiasi global, termasuk GSMA yang menaunginya, yang melihat hal tersebut sebagai ancaman bagi berbagai industri terkait di dunia.


(MMI)

Video /