SAP: Transportasi Publik Bisa Lebih Aman Pakai ioT

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 09 May 2018 11:12 WIB
smart citysapcorporate
SAP: Transportasi Publik Bisa Lebih Aman Pakai ioT
foto: SAP

Jakarta: Implementasi kota pintar alias smart city meliputi keamanan, kenyamanan, dan kesehatan untuk publik. Transportasi merupakan salah satu sektor publik yang bisa memanfaatkan IoT.

Di Jakarta sendiri sudah ada penerapan teknologi untuk Transjakarta, melalui aplikasi Trafi yang bisa memantau jenis dan posisi bus dari setiap koridor yang beroperasi.

Penyedia solusi SAP menyebutkan bahwa implementasi teknologi untuk transportasi kota bisa lebih dari itu. Mereka memberi contoh bekerja sama dengan penyedia moda transportasi Jepang Keifuku Bus.

“Target utamanya adalah mengurangi risiko kecelakaan,” ungkap perwakilan SAP dalam sesi terbatas ketika peresmian SAP Leonardo Center, Rabu 8 Mei 2018.

Penerapan IoT dimulai dari pemasangan sensor di berbagai sisi kendaraan dan pengemudi. “Perusahaan bisa pantau kesehatan pengemudi dan kesiapan bus untuk menentukan apakah mereka layak beroperasi.”

Dari layar pengawas, terdapat indikator bus dengan warna tertentu. Warna merah bisa mengindikasikan bus bermasalah di jalan. “Bisa karena bus atau pengemudinya.”

Pemasangan sensor untuk memantau fisik kendaraan bisa cukup lengkap, seperti angin ban, takaran oli, kesehatan aki, kebersihan pembersih kaca, sampai rem. Selain bus, sensor juga terpasang di badan pengemudi. Kegunaannya adalah untuk memantau kebugaran melalui detak jantung, suhu tubuh, dan pergerakan badan.

Melalui sensor ini, perusahaan penyedia moda transportasi nantinya juga bisa mengetahui kondisi jalanan dan melacak posisi bus secara real-time. Sensor ini juga terhubung dengan aplikasi yang harus dipasang di ponsel pengemudi.

Selain bisa meningkatkan performa perusahaan penyedia bus, SAP mengklaim penerapan IoT seperti ini bisa menambah produktivitas karyawannya.

“Semua data ini akan menjadi statistik bus dan pengemudi. Kita bisa lihat berapa kali dia berganti jalur, sudah berapa banyak mengerem mendadak, berapa kecepatan bus pada jalur tertentu, apakah dia menyalakan lampu belok dengan tepat. Nantinya perusahaan bisa melihat rekomendasi dari sistem, apakah pengemudi harus mengikuti pelatihan kembali atau tidak.”


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.