Militer AS Ingin Bisa Luncurkan Roket dalam Hitungan Hari

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 23 Apr 2018 10:11 WIB
antariksa
Militer AS Ingin Bisa Luncurkan Roket dalam Hitungan Hari
Ilustrasi. (SpaceX/Flickr)

Jakarta: Mengirimkan roket ke luar angkasa membutuhkan waktu hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun untuk mempersiapkan misi tersebut.

DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) percaya, waktu tersebut bisa dipangkas hingga menjadi beberapa hari saja. 

Badan riset militer Amerika Serikat tersebut belum lama ini memulai Launch Challenge, yang menantang perusahaan-perusahaan pengirim roket menekan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan roket ke luar angkasa menjadi dalam hitungan hari, bukan tahun, lapor Engadget

Perusahaan harus bisa membuat sistem yang bisa meluncurkan roket ke orbit rendah Bumi dari tempat yang berbeda hanya dengan jeda waktu beberapa hari, tanpa pemberitahuan akan misi itu sejak lama.

Perusahaan akan tahu dimana tempat peluncuran dilakukan dalam waktu "beberapa minggu" sebelum peluncuran dan mereka akan tahu tentang beban yang diangkut hanya dalam waktu beberapa hari sebelum roket diterbangkan. 

Kompetisi ini akan diadakan pada akhir 2019. Untuk membuat para perusahaan tertarik, DARPA menyiapkan hadiah yang tidak sedikit.

Untuk posisi pertama, DARPA menyiapkan USD10 juta (Rp139 miliar), USD9 juta (Rp125 miliar) untuk posisi dua dan USD8 juta (Rp111 miliar) untuk posisi tiga. Dan semua tim yang bisa mengirimkan satu roket akan mendapatkan USD2 juta (Rp27,7 miliar). 

Dalam kompetisi ini, kecepatan tidak menjadi satu-satunya tolok ukur. Para juri juga akan menilai tingkat akurasi, muatan yang dibawa dan juga massa roket itu sendiri.

Jika perusahaan memang bisa memotong durasi pengiriman roket, hal ini memang akan membantu militer untuk mengirimkan satelit komunikasi dan mata-mata. Meskipun begitu, tantangan ini juga bisa membantu peluncuran berbagai jenis satelit di masa depan. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.