Kominfo Masih Pantau Kasus Facebook

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 24 Apr 2018 20:28 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Kominfo Masih Pantau Kasus Facebook
Kasus penyalahgunaan data Facebook masih dipantau Kominfo. (AFP PHOTO / Mladen ANTONOV)

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih menunggu dan terus memantau Facebook terkait penyalahgunaan data pengguna Facebook. 

Perusahaan yang memiliki lebih dari dua miliar pengguna itu diberikan tenggat waktu untuk menjawab permintaan kedua dari Kominfo terkait kebocoran data pengguna. Pertanyaan yang dikeluarkan sejak 19 April lalu itu kini memiliki batas waktu hingga dua hari lagi yakni 26 April 2018.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani mengatakan telah melayangkan surat sebanyak dua kali. 

"Ada informasi yang belum jelas. Apakah itu ada penyalahgunaan? Apa di situ ada data orang Indonesia yang disalahgunakan? Itu yang kita ingin tahu," ujarnya saat ditemui di Thamrin City, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Semuel menambahkan, pihaknya terus meminta laporan audit internal yang dilakukan Facebook serta akses terhadap data yang disalahgunakan untuk dapat diinvestigasi lebih lanjut. Saat ini, Inggris juga melakukan penyelidikan pada Facebook dan media sosial itu tidak diberikan akses untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Sekarang ini kan Facebook juga belum diizinkan melakukan audit karena masih menunggu hasil investigasi dari Inggris," tambahnya

Lebih lanjut, pihaknya tidak ingin bertindak gegabah dalam mengambil keputusan untuk memblokir Facebook. Namun, jika memang terbukti bahwa Facebook terlibat dalam penyalahgunaan data, maka pemerintah akan mengambil sikap untuk memblokir.

"Jadi kita hati-hati. Saat ini saya belum punya bukti yang kuat terkait penyalahgunaan data ini. Karena kalau gegabah ruginya di kita sendiri. Tapi sekali lagi kalau begitu kita temukan buktinya, kita tidak ada keraguan untuk tutup itu," pungkasnya

Sebelumnya, Mabes Polri memberikan kesempatan Facebook mengaudit internal jejaring sosialnya. Hasil laporan Facebook itu akan digali untuk melanjutkan penyelidikan kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook Indonesia oleh Cambridge Analytica.

"Kita masih menunggu (kelanjutan penyelidikan) karena Facebook masih mengaudit," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto 

Kebocoran data pengguna Facebook diketahui lantaran hubungan kerja sama dengan pengembang aplikasi pihak ketiga. Polri bakal memastikan informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang diduga meluas ke firma analisis selain Cambridge Analytica, yakni CubeYou dan AggregateIQ.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.