Dassault Systèmes Perkenalkan SolidWorks 2019

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 01 Oct 2018 16:16 WIB
teknologi
Dassault Systèmes Perkenalkan SolidWorks 2019
Tekno Wibowo, Chief Commercial Officer, Polytron dan Steven Chiu, Territory Sales Manager, ASEAN-South, Professional Solutions, Asia Pacific South, Dassault Systèmes.

Jakarta: Dassault Systèmes memperkenalkan SolidWorks 2019. Dalam platform terbarunya itu, Dassault menyempurnakan berbagai fitur yang ada, memudahkan perusahaan untuk melakukan kolaborasi antar-divisi, mulai dari divisi desainer, teknisi hingga marketing dan sales. 

Steven Chiu, Territory Sales Manager, ASEAN-South, Professional Solutions, Asia Pacific South, Dassault Systèmes menjelaskan, saat ini, gaya hidup manusia sudah sangat dipengaruhi oleh teknologi digital. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang menggunakan metode konvensional dalam menyimpan data. 

"Banyak perusahaan yang masih menyimpan berkas cetak dan melakukan komunikasi secara langsung," kata pria yang akrab dengan panggilan Steven. Inilah yang coba Dassault Systèmes ubah. Mereka ingin agar perusahaan mengubah model bisnisnya berbasis data. 

Steven menjelaskan, melalui SolidWorks 2019, pengguna kini bisa membuat simulasi dari bahan yang digunakan dalam sebuah produk. SolidWorks 2019 bahkan bisa menyimulasikan panas yang dihasilkan smartphone. 

Polytron merupakan salah satu klien Dassault Systèmes. Dalam acara peluncuran SolidWorks 2019, Tekno Wibowo, Chief Commercial Officer, Polytron ikut hadir. Dia menjelaskan, SolidWorks memungkinkan mereka untuk mempercepat waktu produksi.

"Proses yang sebelumnya memakan waktu satu tahun, kini menjadi sekitar enam sampai delapan bulan," katanya. 

Selain itu, dia menjelaskan, penggunaan SolidWorks membuat proses manufaktur menjadi lebih mulus. Sebelum ini, divisi-divisi yang terlibat dalam proses manufaktur akan saling menyalahkan satu sama lain ketika proses produksi tidak berjalan lancar.

Namun, karena SolidWorks memungkinkan kerja sama antar-divisi dalam sebuah perusahaan, potensi terjadi kesalahan dalam produksi kini bisa diminimalisir. 

"Sejak awal, ketika proses menggambar, tim teknisi dan produksi sudah bsia ikut terlibat. Sehingga produknya menjadi lebih sempurna. Ketika produksi dimulai, semua berjalan dengan lancar," ujar Tekno. Dia juga mengatakan, SolidWorks bukanlah program yang sulit untuk digunakan. 

Steven menyebutkan, seseorang hanya memerlukan pelatihan selama lima hari untuk bisa memulai menggambar menggunakan SolidWorks.

"Kami fokus pada kemudahan penggunaan software. Karena Anda harus fokus pada desain yang ingin Anda buat, bukannya cara menggunakan software," ujarnya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.