Donald Trump tak Boleh Blokir Oposisi di Twitter

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 24 May 2018 19:18 WIB
media sosialtwitter
Donald Trump tak Boleh Blokir Oposisi di Twitter
Donald Trump dilarang memblokir pengguna Twitter berdasarkan pandangan politiknya. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak bisa memblokir pengguna Twitter yang mengkritik kebijakannya di media sosial tersebut, putus hakim federal pada hari Rabu. 

Tujuh pengguna Twitter menuntut Trump pada bulan Juli tahun lalu setelah sang presiden memblokir mereka karena mengkritik dan menghinanya di media sosial.

Grup itu menganggap pemblokiran mereka di Twitter adalah pelanggaran atas Amandemen Pertama, yang membahas tentang kebebasan berbicara, kebebasan pers dan hak rakyat untuk menyampaikan petisi pada pemerintah. 

Hakim Pengadilan Distrik AS, Naomi Reice Buchwald setuju dengan ketujuh pengguna Twitter tersebut.

Dia memutuskan bahwa pihak pemerintah tidak boleh memblokir warga dari akun Twitter mereka berdasarkan pandangan politik sang pengguna yang diblokir, meskipun orang itu adalah presiden AS, lapor CNET

"Kami memutuskan sebagian akun @realDonaldTrump -- bagian yang berupa ruang interaktif yang memungkinkan pengguna Twitter untuk berinteraksi langsung dengan kicauan presiden AS -- masuk ke dalam kategori 'forum umum' yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung, dan ruang itu didesain sebagai forum umum, dan memblokir penuntut berdasarkan pandangan politik mereka dianggap sebagai diskriminasi terhadap pandangan seseorang, yang melanggar Amandemen Pertama," tulis Buchwald dalam keputusan pengadilan. 

Departemen Kehakiman AS, yang menjadi representasi dari Trump dalam kasus ini, mengatakan bahwa mereka kecewa dengan keputusan pengadilan dan sedang mempertimbangkan opsi yang bisa mereka ambil. 

"Kami dengan hormat menyatakan tidak setuju dengan keputusan pengadilan dan mempertimbangkan langkah berikutnya yang bisa kami ambil," kata juru bicara Departemen Kehakiman, Kerry Kupec dalam pernyataan resmi. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.