Pemerintah Siapkan Jaringan Pendukung 5G di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 17 Apr 2018 16:12 WIB
teknologi
Pemerintah Siapkan Jaringan Pendukung 5G di Indonesia
Dirjen Sumber Daya Penyelenggara Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo Ismail MT.

Jakarta: Penyambutan kehadiran jaringan 5G tengah digadangkan oleh berbagai pihak di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Tidak hanya pelaku industri jaringan, pemerintah turut bersiap untuk menghadirkan dukungan dalam menyambut jaringan ini di Indonesia, seperti yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Teknologi 5G sedang dalam masa evolusi. Indonesia akan masuk ke 5G setelah kita menganggap bahwa teknologinya cukup mature untuk diaplikasikan di Indonesia. Sekarang kami sedang mempersiapkan frekuensi yang dibutuhkan oleh 5G," ujar Dirjen Sumber Daya Penyelenggara Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo Ismail MT.

Ismail juga menyebut bahwa pengaplikasian jaringan 5G akan dapat dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan Industri 4.0, terkait dengan strategi peta jalan Making Indonesia 4.0, serta untuk meningkatkan produktivitas, mengefisienkan cost dari industri, dan proses manufaktur yang ada di Indonesia.

Hal ini mendukung pernyataan Ericsson yang menyebut pemanfaatan teknologi 5G akan dimulai dari Industri 4.0. Sebagai informasi, Industri 4.0 merupakan nama tren otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi manufaktur. Hal ini mencakup sistem Internet of Things (IoT), cloud computing dan komputasi kognitif.

Masih terfokus pada pengaplikasian jaringan 5G pada sektor industri, Ismail menyebut kesiapan untuk memanfaatkan jaringan 5G pada sektor komersial masih bergantung pada kesiapan industri dan operator.

Sebab pemerintah menginginkan jaringan 5G hadir di Indonesia di saat yang tepat, saat teknologi sudah matang sehingga menghemat biaya pembelajaran.

Untuk mendukung kehadiran jaringan 5G di Indonesia, Kemkominfo mengaku telah mempersiapkan tiga frekuensi, yaitu 3,5GHz, 26GHz, dan 28GHz.

Ketiga pilihan frekuensi ini merupakan pilihan spektrum yang telah disepakati dunia untuk mendukung teknologi 5G. Ismail menyebut frekuensi 26GHz dan 28GHz dinilai ideal untuk berbagai layanan yang membutuhkan waktu respons cepat.

Sementara itu, Kemkominfo juga disebut Ismail mendorong pelaku industri di Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pasar penikmat jaringan 5G, dan turut serta pada era 5G ini.

Pemerintah mendorong pelaku industri dan akademisi untuk berdiskusi guna menentukan aplikasi yang dapat dikembangkan dan diunggulkan guna menyambut era 5G tersebut.

Selain itu, pemerintah turut mendorong pelaku industri dan pihak terkait untuk berdiskusi menyoal perangkat yang akan terhubung ke jaringan 5G dan didukung oleh teknologi milik industri.

Sensor disebut dapat menjadi perangkat pendukung yang dapat diproduksi secara masif, sehingga dapat terkait dengan regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.