Akibat Cambridge Analytica, Facebook Terancam Kena Denda Rp8,4 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Jul 2018 11:15 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Akibat Cambridge Analytica, Facebook Terancam Kena Denda Rp8,4 Miliar
Facebook terancam terkena denda maksimal di Inggris. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Jakarta: Regulator Inggris mempertimbangkan untuk memberikan denda maksimal pada Facebook terkait skandal privasi data yang melibatkan Cambridge Analytica, menurut laporan berbagai media.

Berdasarkan laporan The Washington Post, Facebook dikenakan denda sebesar EUR500 ribu (Rp8,4 miliar) setelah perusahaan data analitik Cambridge Analytica mendapatkan data puluhan juta pengguna Facebook secara ilegal dan menggunakan informasi itu untuk memengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat pada 2016.

Komisi Informasi Inggris (ICO) menganggap bahwa Facebook tidak memiliki perlindungan data pengguna yang cukup dan gagal menyadari tanda-tanda bahwa Cambridge Analytica menyalahgunakan data para penggunanya.

Data pengguna Facebook yang didapat Cambridge Analytica tidak hanya digunakan untuk mengubah hasil pemilu AS, tapi juga Brexit, lapor The Verge.

Pengumuman denda yang diberikan pada Facebook saat ini masih ada dalam tahap awal. Denda tersebut bisa berubah sesuai dengan diskusi antara regulator Inggris dan Facebook.

"Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, kami seharusnya bekerja lebih keras untuk menyelidiki klaim tentang Cambridge Analytica dan mengambil tindakan tegas pada 2015," kata Chief Privacy Officer, Facebook, Erin Egan.

"Kami menjalin kerja sama erat dengan ICO dalam penyelidikan mereka terkait Cambridge Analtyica, sama seperti yang kami lakukan dengan badan berwajib di AS dan negara-negara lain. Kami tengah meninjau laporan terbaru dan kami akan menjawab ICO dalam waktu dekat."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.