Sony Kembali Serius Produksi Sensor Gambar untuk Smartphone

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 07 Oct 2016 17:23 WIB
sony
Sony Kembali Serius Produksi Sensor Gambar untuk Smartphone
Sony kembali menyeriusi produksi sensor gambar untuk smartphone, setelah mendapati peningkatan permintaan dari pasar.

Metrotvnews.com: Sony Corp akan kembali serius dalam produksi sensor gambar untuk memenuhi permintaan dari industri smartphone pada Oktober hingga Maret mendatang. Sony kembali gencar dalam produksi sensor gambar setelah tahun sebelumnya hanya mengerahkan separuh dari usahanya.

"Lingkungan bisnis pelanggan kami berkembang," ujar President Yasuhiro Ueda dari Sony Semiconductor Manufacturing Corp, pada konferensi pers yang digelar hari ini di pabrik sensor Sony di Kumamoto, selatan Jepang.

Sony mengungkap telah memerintahkan pabriknya untuk memproduksi sensor gambar Complementary Metal-Oxide Semiconductor (CMOS), tipe chip dengan kemampuan untuk mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik, sekitar 40 persen dari pangsa pasarnya.

Sensor ini menjadi titik kebangkitan Sony setelah mengalami kerugian, yang sebagian besar berasal dari kekalahannya terkait harga di bidang consumer electronics. Melambatnya pertumbuhan pasar smartphone global mendorong Sony untuk menghentikan produksi sensor pada Oktober hingga Maret pertengahan fiskal tahun lalu, sementara saat ini permintaan akan sensor tersebut diklaim telah meningkat.

Ueda mengungkap, produksi bulanan gabungan akan meningkat pada pertengahan tahun kedua pada tahun fiksal ini, dari 70 ribu unit menjadi 73 ribu unit. Angka tersebut menjadi alasan Sony dalam kembali menyeriusi ranah ini. Angka tersebut juga belum termasuk jumlah dari produksi outsource.

Menurut Ueda, peningkatan permintaan untuk sensor buatan Sony juga merefleksikan upaya perusahaan asal Jepang tersebut untuk membedakan basis klien, mengingat sejumlah mitranya belum lama ini mengalami masa sulit. Klien Sony termasuk Apple Inc dan Samsung Electronics Co Ltd.

Selain dua raksasa di ranah smartphone tersebut, Ueda juga mengungkap akan bekerja sama dengan produsen ponsel cerdas asal Tiongkok. Ueda juga menyebut pendistribusian sensor dari pabrik di Kunamoto, yang mengalami kerusakan akibat sejumlah gempa bumi pada awal tahun ini, telah kembali berjalan dengan baik.


(MMI)