Siapa Pelaku Serangan Ransomware WannaCry?

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 18 May 2017 18:23 WIB
cyber securitycyber crimewannacry
Siapa Pelaku Serangan Ransomware WannaCry?
Kelompok Hacker Lazarus ditengarai merupakan dalang di balik serangan WannaCry

Metrotvnews.com, Jakarta: Serangan ransomware WannaCry telah menjadi sorotan banyak pihak, terutama para ahli keamanan digital. Serangan tersebut sangat masif dan menyerang siapapun tanpa ampun.

WannaCry dikatakan memanfaatkan celah keamanan pada port SMB di Windows. Celah keamanan tersebut sebenarnya telah diperbaiki oleh Microsoft sejak Maret, namun masih banyak pihak yang belum memasang patch keamanan yang disediakan.

Pertanyaannya, siapa pihak di balik serangan masif WannaCry?

Hingga saat ini, para peneliti maupun pihak penegak hukum internasional masih belum mengetahui siapa dalang di balik serangan WannaCry. Namun, Kaspersky Lab mengatakan pihaknya menemukan adanya indikasi bahwa serangan WannaCry kali ini dilancarkan oleh kelompok hacker Lazarus yang merupakan kelompok hacker di balik serangan terhadap Sony Pictures. Hal tersebut diungkapkan oleh Security Evangelist Kaspersky Lab, David Balcar.

"Identitas pelaku sebenarnya memang masih belum diketahui hingga saat ini. Namun, tim ahli kami berhasil melakukan reverse engineering pada sampel ransomware WannaCry, dan menemukan adanya struktur kode yang sama yang digunakan oleh kelompok hacker Lazarus," ujar Balcar kepada Metrotvnews.com.

Meski demikian, Balcar mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan WannCry dibuat oleh kelompok hacker Lazarus. Hingga saat ini para ahli keamanan terus memantau gerak gerik ransomware WannaCry dan berharap bisa menemukan petunjuk mengenai siapa dalang di balik serangan tersebut.

Mengungkap pelaku penyerangan siber memang dikatakan Balcar sangat sulit. Dari seluruh kasus dengan kerugian mencapai USD3 triliun per tahun, hanya segelintir pelaku kejahatan yang terungkap dan diadili. Dalam kasus WannaCry kali ini, sang pelaku menggunakan BitCoin sebagai sarana pembayaran. BitCoin merupakan salah satu mata uang digital yang terenkripsi sehingga mustahil untuk dilacak.

Meski demikian, ahli keamanan bisa memantau kondisi "dompet" BitCoin sang pelaku, sehingga bisa melihat siapa saja yang telah membayar uang tebusan. Para ahli hanya tinggal menunggu langkah dari penjahat yang memiliki dompet tersebut untuk melakukan sesuatu terhadap BitCoin-nya, entah itu berupa transaksi atau transfer. Dari sana, diharapkan identitas pelaku bisa diketahui.


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

5 hours Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.