Serangan Siber 2019 Bakal Incar Ponsel dan Router

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 11 Jan 2019 11:23 WIB
cyber securityAvast
Serangan Siber 2019 Bakal Incar Ponsel dan Router
Ilustrasi

Jakarta: Avast mengumumkan Laporan Lansekap Ancaman tahunannya. Laporan ini memberikan rincian tentang tren keamanan terbesar yang akan dihadapi konsumen pada tahun 2019, sesuai data yang dikumpulkan.
 
Tim Avast Threat Labs mengklaim menemukan hampir sekitar satu juta file baru setiap hari, dan mencegah dua miliar serangan setiap bulannya. Beberapa tren keamanan inti yang akan berevolusi atau terus berdampak pada konsumen di tahun 2019, antara lain:
 

1. Kemunculan Adversarial AI
Avast memperkirakan munculnya kategori serangan yang dikenal dengan nama 'DeepAttacks', yang menggunakan AI-generated content untuk menghindari kontrol keamanan AI.

Pada tahun 2018, mereka mengamati banyak contoh para peneliti menggunakan algoritma adversarial AI untuk membodohi  masyarakat.

Contohnya termasuk video palsu Obama yang dibuat oleh Buzzfeed. Dalam video tersebut, Presiden Obama terlihat menyampaikan kalimat palsu, dengan cara penyampaian yang meyakinkan.
 
Di tahun 2019, DeepAttacks diprediksi lebih banyak disebar secara umum dalam upaya menghindari deteksi manusia dan pertahanan cerdas.
 
2. Ancaman IoT Akan Menjadi Lebih Canggih
Tren ke arah perangkat pintar akan sangat menonjol di tahun-tahun mendatang, sehingga akan sulit untuk membeli peralatan atau elektronik rumah yang tidak terhubung ke internet.
 
Faktor keamanan sering menjadi pemikiran dalam pembuatan perangkat-perangkat ini. Sementara perangkat pintar yang popular sering memberikan opsi keamanan yang tertanam atau menyatu pada perangkat, ada pula beberapa produsen yang melakukan penghematan mengenai keamanan ini dengan tujuan menjaga biaya tetap rendah untuk konsumen atau karena produsen tersebut tidak ahli dalam bidang keamanan.

Mempertimbangkan sebuah smart home akan seaman tautan terlemahnya, adalah suatu kesalahan. 
 
3. Serangan Router Semakin Lihai
 
Router telah terbukti menjadi target yang mudah dan marak bagi gelombang serangan yang terus bertambah. Di tahun 2019 ini, diprediksi ada peningkatan pembajakan router yang digunakan untuk mencuri kredensial perbankan, misalnya, router yang terinfeksi menyuntikkan frame HTML berbahaya ke halaman web tertentu.

Elemen baru ini dapat meminta pengguna seluler memasang aplikasi perbankan baru, dan aplikasi jahat ini akan menyimpan pesan autentikasi. Router akan terus digunakan sebagai target serangan, tidak hanya untuk menjalankan skrip kriminal atau memata-matai pengguna, tetapi juga bertindak sebagai tautan perantara dalam serangan berantai.
 

4. Evolusi Ancaman Seluler

Di tahun 2019, taktik terkenal seperti periklanan, phishing, dan aplikasi palsu akan terus mendominasi lansekap ancaman seluler. Beberapa aplikasi palsu ini bahkan ditemukan di Google Play Store.

Aplikasi palsu adalah zombie dalam keamanan seluler. Aplikasi ini menjadi begitu umum sehingga nyaris tidak menjadi bahasan utama ketika baru muncul untuk menggantikan aplikasi yang sudah ditandai untuk dihapus.

Aplikasi palsu ini akan terus bertahan sebagai tren di tahun 2019, dan akan diperburuk oleh versi palsu dari aplikasi populer yang melakukan putaran di Google Play Store.
 
Pada tahun 2018, kembalinya Trojan perbankan juga sangat menonjol untuk segi mobile. Tumbuh sebesar 150 persen dari tahun ke tahun, dari yang awalnya hanya tiga persen menjadi lebih dari tujuh persen.

Meskipun mungkin tidak digolongkan sebagai perubahan besar dalam segi volume secara keseluruhan, Avast percaya bahwa kriminal di dunia maya menemukan perbankan sebagai cara yang lebih dapat diandalkan untuk menghasilkan uang daripada cryptomining.
 
“Tahun ini, kita merayakan peringatan 30 tahun World Wide Web. Setelah 30 tahun yang singkat dan lansekap ancaman secara eksponensial menjadi sangat kompleks,” kata Ondrej Vlcek, President of Consumer Avast.
 
“Virus PC masih merupakan ancaman global yang kini telah bergabung ke lebih banyak kategori malware yang memberikan lebih banyak serangan. Tren ini menunjukkan akan adanya ancaman yang lebih besar melalui perluasan dari permukaan ancaman.”


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.