BUMN Tiongkok Curi Rahasia Dagang Perusahaan Teknologi AS?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Nov 2018 11:15 WIB
teknologi
BUMN Tiongkok Curi Rahasia Dagang Perusahaan Teknologi AS?
Micron adalah perusahaan pembuat chip. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Departemen Keadilan Amerika Serikat menuduh perusahaan negara Tiongkok telah mencuri teknologi rahasia dari perusahaan manufaktur chip asal AS.

Ini adalah kali keempat Departemen Keadilan menuduh Tiongkok telah mencuri rahasia dagang perusahaan AS dalam waktu satu bulan. Memanfaatkan momentum ini, Departemen Keadilan akan mengumumkan program baru untuk melawan espionase ekonomi dari Tiongkok. 

Dalam tuduhan ini, Departemen Keadilan menuduh Fujian Jinhua Integrated Circuit Co. dari Tiongkok dan United Microelectronics Corp. (UMC) dari Taiwan berusaha untuk mencuri rahasia dagang dari perusahaan AS, Micron Technologies, menurut laporan The Verge

Micron adalah perusahaan manufaktur chip asal Idaho. Jaksa Penutut Umum Jeff Sessions mengatakan bahwa Micron memiliki valuasi lebih dari USD100 miliar dan menguasai sekitar 20-25 persen dari industri DRAM (Dynamic Random-Access Memory).

Dalam konferensi pers, Micron disebutkan sebagai perusahaan yang "membuat beberapa chip paling canggih di dunia."

"Usaha espionase ekonomi dari Tiongkok ke AS terus naik, dan ini meningkat dengan cepat," kata Sessions. "Sudah cukup. Kami tidak akan berdiam diri. Ini tidak bisa diterima."

Menurut Departemen Keadilan, Tiongkok berusaha untuk mencuri rahasia dagang dari berbagai perusahaan AS di berbagai industri. Kemarin, Departemen Keadilan menuduh mata-mata Tiongkok berusaha untuk meretas perusahaan-perusahaan dirgantara AS dan mencuri teknologi rahasia dalam pesawat.

Disebutkan, ada 10 orang yang berusaha mencuri teknologi terkait mesin turbofan pada pesawat komersial. 

Pihak Departemen Keadilan mengatakan bahwa mereka akan mencoba untuk mengambil jalur hukum untuk mencegah Tiongkok mendapatkan informasi ini dan memblokir ekspor produk yang dibuat dengan data itu dari Tiongkok ke AS.

Bersama dengan FBI, Departemen Keadilan juga memimpin inisiatif untuk mencegah serangan seperti ini terjadi di masa depan, baik dengan cara meretas sistem perusahaan atau dengan mendapatkan informasi dari orang di dalam perusahaan. 

Tahun lalu, Micron menuntut dua perusahaan yang disebutkan dalam tuduhan ini atas dasar pencurian rahasia dagang. Sebelum ini, Departemen Dagan AS juga melarang ekspor pada Fujian Jinhua Integrated Circuit Co. dari AS. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.