Paten Samsung Tampilkan Desain Poni Kecil

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 19 Dec 2018 09:42 WIB
samsung
Paten Samsung Tampilkan Desain Poni Kecil
Samsung mendaftarkan enam paten desain poni dan lokasi kamera depan.

Jakarta: Baru-baru ini, Samsung memamerkan ide terbarunya untuk desain layar berlubang berbeda. Samsung memastikan tidak ada produsen lain yang akan menggunakan desain unik tersebut dengan mematenkannya.

Samsung mendaftarkan dokumen paten terkait sejumlah desain poni pada Korean Intellectual Property Office, seperti yang dilaporkan oleh situs LetsGoDigital. Samsung mendaftarkan sebanyak enam desain poni, dengan bentuk tetes air bervariasi.

Setiap model poni menampilkan kamera depan yang sedikit lebih menjauh dari bezel layar. Desain poni serupa baru-baru ini juga dipatenkan oleh USPTO, meski hanya berjumlah satu.

Samsung juga diperkirakan hanya memastikan bahwa desain dasar untuk kamera depan pada perangkatnya telah mendapat sertifikasi paten.

Sementara itu, kamera pada dokumen paten tampil di bagian tengah layar, berbeda dari gambar yang sebelumnya beredar, menampilkan lubang untuk kamera di bagian sudut layar. Desain ini diprediksi akan digunakan oleh smartphone berharga terjangkau.

Desain poni kecil dan lubang di layar merupakan dua desain yang diperkirakan akan digunakan Samsung pada produk yang diluncurkannya mulai tahun 2019. Desain ini akan digunakan sebelum kamera depan dapat sepenuhnya disembunyikan di bawah layar perangkat Samsung, yang diperkirakan baru akan tersedia pada tahun 2020.

Sebelumnya, peneliti asal Ukraina Artem Moskowsky melaporkan bahwa peretas dapat mengambil alih akun Samsung sepenuhnya hanya dengan membuat seseorang mengakes tautan jahat, dan telah diperbaiki setelah temuan permasalahan dilaporkan kepada Samsung.

Celah keamanan yang dimanfaatkan oleh hacker adalah Cross-Site Request Forgery (CSRF). Pada dasarnya, celah keamanan ini memungkinkan seorang hacker untuk menipu peramban pengguna untuk menjalankan sekumpulan perintah pada situs lain ketika dia ada di situs sang hacker.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.