Pernah Debut di Indonesia, Merek Ponsel Gionee Bangkrut

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 20 Dec 2018 11:15 WIB
Pernah Debut di Indonesia, Merek Ponsel Gionee Bangkrut
Gionee saat debut di Indonesia dengan Cinta Laura sebagai brand ambassador.

Jakarta: Salah satu merek ponsel pintar asal Tiongkok Gionee akhirnya dinyatakan bangkrut, setelah sejak beberapa bulan lalu dikabarkan mengalami masalah finansial.

Pengadilan di kota Shenzhen telah menerima surat pengajuan likuidasi atau bangkrut dari Huaxing Bank, yang diduga memberikan pinjaman kepada Gionee selama ini. Keputusan tersebut dikabarkan masih bisa berubah, asal perusahaan melakukan reorganisasi.

Pendiri Gionee Liu Lirong memprediksi bahwa dengan reorganisasi atau restrukturisasi yang dilakukan bakal membuat keadaan Gionee menjadi sehat kemabli dalam kurun waktu 3-5 tahun. Demi hal tersebut, Lirong menyewa jasa konsultan perusahaan.

Tetap saja, utang piutang harus diselesaikan. Gione dilaprokan memiliki utang sebesar CNY20,2 miliar atau senilai Rp43,5 triliun kepada 648 kreditor. Separuhnya dikabarkan merupakan utang pinjaman dari bank.

Kini Gionee tidak sanggup membayar tagihan dari pemasok komponen ponsel pintar buatannya, termasuk membayar agen iklan. Di Indonesia memang iklan Gionee jarang terlihat, mungkin hanya sesekali di media sosial.

Ponsel pintar Gionee dikenal kerap menghadirkan kapasitas baterai besar. Di Indonesia, Gionee sempat debut di tahun 2017 dengan menelurkan beberapa produk. Setelah itu, mereka menghilang tanpa kabar.

Permasalahan finansial Gionee juga berasal dari Lirong yang melakukan perjudian menggunakan uang kas Gionee sebesar USD144 juta atau senilai Rp2 triliun. Lirong sempat menyangkalnya dengan alasan hanya meminjam, tapi ternyata kerugian perusahaan semakin besar.
(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.