Pelanggan E-Commerce Mulai Harapkan Pengalaman Nyata

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 22 Nov 2018 10:38 WIB
sape-commercecorporate
Pelanggan E-Commerce Mulai Harapkan Pengalaman Nyata
Ilustrasi

Jakarta: SAP mengumumkan bahwa tujuh dari sepuluh konsumen membeli produk-produk fesyen secara online. Namun, mereka juga mendambakan pengalaman bertransaksi secara langsung yang ditawarkan oleh retailer, seperti fitting room.

Ada beberapa temuan dalam SAP Consumer Propensity Study, yang mensurvei 1.000 konsumen Amerika Serikat terkait kebiasaan mereka saat berbelanja online.

“Survey mengindikasikan bahwa para pembeli senang dengan kepraktisan berbelanja online, namun merasa biaya pengirimkan lebih tinggi dari yang diharapkan atau proses pengembalian yang bertele-tele,” kata Chris Hauca selaku Head of Strategy, SAP Commerce Cloud.

“Para retailer harus mempertimbangkan tentang bagaimana mereka mampu menghilangkan kejutan-kejutan mengganggu untuk konsumen. Perusahaan perlu terhubung dengan proses-proses yang dihadapi pelanggan, dengan rantai pasokan back-end.”

Dari survey tersebut, ditemukan beberapa hal yang dapat membantu menghindari pengabaian keranjang belanja dan mendorong tambahan pembelian.

Salah satunya adalah menyediakan ongkos kirim gratis. Pelanggan di Amerika Serikat paling sering meninggalkan keranjang belanja mereka karena biaya pengiriman (62 persen).

Satu dari tiga pelanggan percaya bahwa pengalaman berbelanja online dapat ditingkatkan dengan memiliki toko konvensional untuk mencoba dan menguji produk-produk sebelum membelinya.

Oleh karena itu, penjual juga perlu menyediakan lebih banyak pilihan kepada pelanggan. Ini akan memudahkan mereka berpindah secara mulus antara saluran digital dan fisik.

Jumlah informasi juga menentukan pelanggan dalam membuat pilihan. 47 persen pembeli yang disurvei mempercayai bahwa pengalaman berbelanja dapat ditingkatkan dengan alat perbandingan yang menganalisis perbedaan harga dan spesifikasi antara dua produk yang mirip.

Berdasarkan survey, 40 persen responden telah memakai keranjang belanja sebagai cara untuk membandingkan harga dengan situs-situs dan merk lain.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.