Mengenal IDaas Sebagai Sistem Keamanan Perusahaan

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 27 Nov 2016 14:00 WIB
oraclecorporate
Mengenal IDaas Sebagai Sistem Keamanan Perusahaan
Ilustrasi: IPM Blog

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerapan sistem cloud dalam sebuah perusahaan tentunya tidak lepas dari  keamanan siber. Pada umumnya, perusahaan menanamkan sistem keamanan sebagai perlindungan infrastruktur di satu aspek, misalnya untuk middleware, aplikasi, atau data center.

Sistem keamanan tersebut dirancang untuk menghalau serangan siber dari pihak ketiga. Namun, jangan lupa bahwa sistem keamanan sesungguhnya mudah dibobol dari pihak dalam atau karyawan itu sendiri. Karena itulah, muncul teknik perlindungan baru bernama IDaaS.

Identity-as-a-Service adalah sistem keamanan dengan pendekatan yang berbeda. Tidak seperti sistem keamanan konvensional, IDaaS lebih menekankan pembatasan akses pengguna terhadap satu sistem. Anda mungkin mengenalnya sebagai akses untuk adiministrator.

Di sini, administrator mempunyai otoritas yang lebih kuat. "Identity-as-a-Service memungkinkan sebuah perusahaan membatasi akses karyawan mereka terhadap data sensitif," kata Head Digital Business Oracle ASEAN, Royce Teoh.

Mungkin terkesan remeh, tetapi IDaaS juga bertugas mengelola masa pakai akses satu karyawan. Contohnya, pengaturan akses seorang pegawai ke dalam sebuah sistem, yang hanya berlaku ketika dia hanya bekerja di perusahaan itu, atau memegang jabatan tertentu. Begitu salah satu syarat ini sudah tidak ada, maka akses yang diberikan juga tidak berlaku.

Pihak Oracle juga menjelaskan, ketika perusahaan mengembangkan API untuk perusahaan, muncul celah keamanan yang cukup besar. API memberikan akses yang cukup luas, dan tidak terbatas pada karyawan divisi IT. IDaaS merupakan salah satu jawaban yang tepat dalam melindungi API.

Untuk potensi pasarnya, Oracle menyebutkan, IDaaS mulai digunakan oleh beberapa perusahaan besar di Asia, walaupun jumlahnya masih sangat sedikit. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul dari para pelaku bisnis itu sendiri, adalah apakah IDaaS memiliki kemudahan dalam hal integrasi terhadap sistem keamanan yang sudah ada, dan seberapa pentingnya menggunakan IDaaS di perusahaannya.

"Perlindungan Identity-as-a-Service mudah terintegrasi dengan sistem keamanan perusahaan yang sudah terpasang terlebih dahulu," kata Royce. Ia juga menambahkan, nantinya, Identity-as-a-Service adalah suatu keharusan untuk sebuah perusahaan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.