Terpilihnya Trump Bikin Harga iPhone Lebih Mahal

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 17 Nov 2016 12:26 WIB
apple
Terpilihnya Trump Bikin Harga iPhone Lebih Mahal
Harga iPhone diprediksi akan meningkat sebesar USD97, jika Presiden Donald Trump menerapkan tarif pajak produk dari Tiongkok.

Metrotvnews.com: Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat membuat masyarakat khawatir. Kekhawatiran ini muncul akibat janji Trump untuk menerapkan pajak pada produk yang diimpor dari Tiongkok.

Kecemasan ini dipicu oleh fakta bahwa produksi berbagai perangkat saat ini masih dilakukan di negeri tirai bambu tersebut, bahkan untuk perangkat elektronik premium seperti Apple. Menurut ahli ekonomi, penerapan tarif untuk produk yang berasal dari Tiongkok dapat berdampak pada peningkatan harga.

Trump mengumumkan, dia akan menerapkan tarif pajak hingga 45 persen untuk produk dari Tiongkok tersebut. Hal ini berarti, pemerintah akan mengenakan pajak sebesar 45 persen untuk setiap produk yang dikirimkan ke Amerika Serikat, seperti yang dilaporkan Business Insider.

Namun, menurut penelitian ekonomi yang dilaporkan oleh Barclays pada minggu, tarif yang mungkin akan diterapkan pemerintah tidak akan mencapai 45 persen. Pada penelitian tersebut, analis Michael Gapen dan tim memperkirakan peraturan administrasi yang akan diterapkan pemerintahan Trump akan mengenakan tarif impor produk dari Tiongkok sebesar 15 persen.

Tarif ini juga diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada harga jual iPhone di Amerika Serikat, meski ia diperkirakan tetap akan mengalami peningkatan. Sebagai dampak dari penerapan tarif tersebut, ponsel cerdas Apple ini diperkirakan akan mengalami peningkatan harga sebesar US97 (RP1,3 juta) per unit, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yaitu USD50 (Rp670 ribu) per unit.

Tim peneliti tersebut juga memprediksi, Apple akan mengambil tindakan dengan membebankan tarif tersebut pada pendapatannya. Penerapan tarif tersebut dinilai tidak berdampak besar, tapi peneliti memperkirakan langkah selanjutnya akan mempengaruhi industri teknologi secara signifikan.

Permasalahan lain yang mungkin dihadapi perusahaan asal Amerika seperti Apple akan muncul jika pemerintah Tiongkok memutuskan untuk melakukan hal serupa, yaitu mengenakan pajak pada produk impor dari Amerika Serikat. Menurut Global Times, pemerintah Tiongkok tengah mempertimbangkan untuk melakukan hal tersebut jika Trump merealisasikan rencananya.

Selain meningkatkan tarif impor untuk Amerika, Tiongkok juga dinilai memiliki cara lain seperti memperketat regulasi pengawasan atau mempromosikan produk lokal sebagai pilihan alternatif. Saat rencana tersebut menjadi nyata, profesor ekonomi NYU Stern, Paul Watchel menyebutnya sebagai era perang perdagangan.

Trump beralasan, penerapan tarif 45 persen ini ditujukan agar pekerja manufaktur mengetahui bahwa pemerintah memiliki kebijakan yang melindungi perdagangan di Amerika. Bermanfaat untuk pekerja manufaktur, kebijakan tersebut dinilai mempersulit produk pengguna komponen yang tidak tersedia di Amerika Serikat, seperti chipset, layar dan tombol, yang merupakan buatan Asia.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /