Snapchat Selangkah Lagi Jadi Perusahaan Publik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 16 Nov 2016 14:22 WIB
media sosialsnapchat
Snapchat Selangkah Lagi Jadi Perusahaan Publik
Kreator Snapchat tengah mengajukan untuk melakukan IPO. (AFP PHOTO / LIONEL BONAVENTURE)

Metrotvnews.com: Snap Inc., perusahaan pembuat Snapchat, secara diam-diam telah memulai proses penawaran umum perdana (IPO), menurut laporan Bloomberg. Perusahaan itu berharap akan mendapatkan dana hingga USD4 miliar (Rp53,4 triliun), yang akan membuat nilai perusahaannya naik menjadi sekitar USD25 - 35 miliar (Rp334 - 467,6 triliun).

Penawaran umum perdana yang dilakukan secara diam-diam ini -- yang juga dilakukan oleh Twitter pada tahun 2013 -- menunjukkan bahwa pendapatan tahunan Snap Inc masih di bawah USD1 miliar (Rp13,4 triliun), yang sesuai dengan perkiraan iklan yang didapat dari perusahaan itu. Menurut Reuters, paling cepat, Snap Inc. akan menyelesaikan IPO ini pada bulan Maret.

The Verge melaporkan, keputusan Snap Inc. untuk menjadi perusahaan publik akan menjadi perubahan terbesar dalam sejarah mereka. Dengan melakukan IPO, Snap Inc. dapat mendapatkan modal lebih banyak sehingga mereka bisa bersaing dengan lebih baik menghadapi raksasa-raksasa di media sosial atau aplikasi messaging seperti Facebook dan Google.

Pada bulan Mei, nilai Snap Inc. diperkirakan mencapai USD18 miliar (Rp240 triliun). Jika mereka berhasil melakukan IPO, maka nilai kreator Snapchat tersebut dapat meroket, memastikan aplikasi Snapchat tidak akan menghilang begitu saja. 

Ada alasan mengapa Snap Inc. ingin segera melakukan IPO. Saat ini, Snapchat adalah salah satu ancaman terbesar bagi Facebook untuk mendominasi media sosial. Tiga tahun lalu, CEO Snap Inc. Eval Spiegel menolak tawaran akuisisi oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg. Sejak saat itu, kedua perusahaan ini terus bersaing untuk mendapatkan hati para pengguna remaja.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.