Proton Bisa Jadi Pengganti Baterai Lithium-Ion

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Mar 2018 16:16 WIB
teknologi
Proton Bisa Jadi Pengganti Baterai Lithium-Ion
Peneliti sukses buat prototipe dari baterai proton.

Jakarta: Tim peneliti di RMIT University di Melbourne, Australia, sukses meciptakan baterai proton pertama di dunia yang bisa diisi kembali. Saat ini, baterai tersebut masih berupa prototipe.

Namun, tim peneliti menyebutkan bahwa ini adalah satu langkah maju untuk menciptakan sumber energi baru yang lebih terjangkau dan lebih ramah lingkungan. 

Para peneliti menyebutkan, dalam waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan, baterai proton dapat bersaing dengan baterai lithium-ion yang kini ada di pasar, lapor Digital Trends.

"Baterai lithium-ion memang berfungsi baik, tapi ia memerlukan bahan yang mahal dan jarang ditemukan," kata peneliti utama, John Andrews. "Teknologi hidro juga baik, tapi harganya mungkin sangat mahal."

Dalam pemberitaan RMIT University, Andews berkata bahwa kebutuhan akan energi di dunia terus naik. Dia percaya, baterai proton memiliki potensial untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, baterai proton bisa digunakan untuk menggantikan baterai lithium-ion. 

"Baterai proton adalah salah satu kontributor potensial untuk memecahkan masalah tentang tingginya tuntutan akan penyimpanan energi," kata Andrews.

"Membuat baterai proton berpotensi menjadi lebih ekonomis daripada menggunakan lithium-ion, yang dibuat dari bahan yang jarang ditemukan.

"Karbon, yang merupakan bahan utama dalam baterai proton kami, ada dalam jumlah banyak dan relatif murah jika dibandingkan dengan metal campuran pada penyimpanan hydrogen dan lithium yang digunakan pada baterai lithium ion."

Keuntungan lain dari baterai proton adalah karbon yang ia ciptakan tidak dibakar atau keluar sebagai asap. Hal ini menjadikan baterai proton lebih ramah lingkungan. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.