HTC Hadapi Kuartal Empat Buruk

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 27 Mar 2018 10:29 WIB
htc
HTC Hadapi Kuartal Empat Buruk
Hasil laporan kuartal empat tahun 2017 HTC dinilai mengecewakan.

Jakarta: HTC baru-baru ini menyerahkan 2.000 teknisinya kepada Google untuk membantu mengembangkan ponsel Pixel. Hal ini bagian dari kesepakatan pertukaran teknisi berbakat senilai USD2 juta (Rp30 miliar).

Kini HTC mengumumkan laporan finansial untuk kuartal keempat atau disebut sebagai Holiday 2017, namun hasil laporan tersebut dinilai mengecewakan. Pendapatan HTC tidak mengalami pertumbuhan signifikan dan perusahaan asal Taiwan ini terus mengalami kerugian.

Berdasarkan laporan finansial tersebut, HTC memperoleh pendapatan kuartal keempat sebesar NTD15,7 miliar (Rp7,7 triliun) dengan keuntungan kotor kurang dari 30,8 persen. HTC juga melaporkan kerugian sebesar NTD9,6 miliar (Rp4,7 triliun) dengan keuntungan operasional sebesar 60,8 persen.

Sementara itu, kerugian bersih per kuartal setelah terpotong pajak sebesar NTD9,8 miliar atau  (Rp5,4 triliun). Dengan demikian, saham HTC bernilai NTD11,93 atau USD0,41 per lembarnya. Sebagai informasi, kuartal Holiday umumnya merupakan kuartal terkuat untuk produsen ponsel.

Sebab pada kuartal tersebut, volume konsumen membeli ponsel baru berada dalam level tertinggi, meskipun demikian hal ini tidak membantu HTC dalam menghindari kerugian yang dialaminya.

HTC mengaku kerugian yang dialaminya akibat persaingan pasar yang ketat, bauran produk, penetapan harga, dan peremajaan invetori yang diakui.

Dalam laporan finansial tersebut, HTC mengumumkan satu keuntungan yang diperolehnya pada kuartal ini, yaitu kesepakatan bernilai USD1,1 miliar (Rp) HTC dengan Google. HTC menyebut akan memanfaatkan pendanaan ini untuk investasi lebih besar di bidang teknologi berkembang.

Teknologi berkembang dinilai HTC sebagai kunci penentu eksistensinya di masa mendatang. Selain itu, HTC juga menjanjikan inovasi baru yang akan disuguhkannya pada tahun ini, diperkirakan mengacu pada smartphone unggulan terbarunya, HTC U12+.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.