Uber Merger dengan Pesaingnya di Rusia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 28 Nov 2017 15:11 WIB
uber
Uber Merger dengan Pesaingnya di Rusia
Uber akan merger dengan pesaingnya di Rusia. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Jakarta: Merger Uber dengan layanan taksi online asal Rusia, Yandex, telah disetujui. Regulator antitrust Rusia telah menyetujui penggabungan antar kedua perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu. Diperkirakan, penggabungan dua perusahaan itu akan selesai pada Januari 2018. 

Merger dengan Uber akan membuat Yandex menguasai 59,3 persen pasar ride-hailing di Rusia. Meskipun begitu, perusahaan gabungan Yandex dan Uber ini tetap tidak akan bisa memonopoli pasar, mereka tidak akan dapat melarang penumpang atau pengendara menggunakan layanan dari pesaingnya, lapor Engadget

Setelah merger antara Uber dan Yandex selesai,  pengguna bisa memesan kendaraan menggunakan aplikasi keduanya dan pengendara dari keduanya bisa menerima permintaan itu. 

Merger ini menjadi kali kedua Uber mundur dari sebuah negara, dan mengaku kalah atas pesaing lokal. Tahun lalu, Uber memutuskan untuk mundur dari pasar Tiongkok dan membiarkan perusahaan lokal, Didi Chuxing, mengambil alih divisinya di negara tersebut. 

Dalam kedua kasus, Uber punya alasan yang sama untuk mundur, yaitu mereka menghadapi pesaing lokal dan berbagai masalah yang ada, baik berupa protes, regulasi ataupun masalah finansial.

Dengan melakukan merger, Uber tetap bisa mempertahankan keberadaannya dan mengurangi beban yang mereka hadapi.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

1 week Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.