Kecerdasan Buatan Nantinya Mampu Deteksi Pengintip Layar Ponsel

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 29 Nov 2017 10:49 WIB
googlekecerdasan buatan
Kecerdasan Buatan Nantinya Mampu Deteksi Pengintip Layar Ponsel
Dua peneliti Google mengembangkan alat pendeteksi pengintip layar ponsel.

Jakarta: Peneliti Google tengah mengembangkan alat yang dapat memperingatkan pengguna smartphone saat orang asing mengintip layar dari belakang mereka. Alat itu disebut penemu Florian Schroff dan See Jung Ryu sebagai "electronic screen protector".

Alat temuan kedua peneliti tersebut akan diumumkan pada ajang konferensi Neural Information Processing System (NIPS) yang akan dihelat di California, Amerika Serikat pada minggu depan, seperti yang dilaporkan Phone Arena.

Kedua peneliti menjelaskan, alat tersebut berupa software aplikasi yang menggunakan teknologi pembelajaran mesin dan kamera depan ponsel untuk memindai wajah. Jika mendeteksi seseorang bukan pemilik menataap layar, alat akan memperingatkan pengguna bahwa privasi mereka tengah dilanggar.

Software akan secara otomatis mengintrupsi aktivitas pengguna pada ponsel, seperti percakapan di Google Hangouts, saat secara yakin mendeteksi seseorang mengintip layar ponsel dari belakang pemilik ponsel.

Dalam video demo, alat tersebut dapat mendeteksi upaya orang lain yang bukan pemilik ponsel dalam mengintip layar dalam waktu dua milidetik, sementara pengenalan wajah pemilik dan non pemilik perangkat membutuhkan waktu selama 47 milidetik.

Peneliti menyebut alat "electronic screen protector" dapat berfungsi dengan baik di bawah berbagai kondisi pencahayaan dan dapat mendeteksi berbagai pose kepala.

Namun, peneliti belum menjelaskan secara lebih detil terkait dampak terhadap daya tahan baterai dan dampak fungsi alat tersebut, saat melakukan panggilan video dengan teman.

Tampak seperti menjadi salah satu kandidat terbaik untuk hadir pada versi terbaru Android, fitur tersebut diperkirakan lebih sebagai proyek eksperimental Google.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi Google untuk mengimplementasikan fungsi serupa pada aplikasi atau layanannya di masa mendatang.

 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.