Chrome Bisa Jadi Penerus Internet Explorer 6, Kenapa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 05 Jan 2018 13:54 WIB
google
Chrome Bisa Jadi Penerus Internet Explorer 6, Kenapa?
Aplikasi peramban internet Chrome menjadi yang terpopuler di dunia karena bisa diakses lewat beragam perangkat.

Jakarta: Chrome menjadi peramban internet paling populer di seluruh jenis perangkat, baik di ponsel maupun komputer dengan sistem operasi Windows dan Mac.

Keberhasilan peramban internet buatan Google tersebut memang cukup mengagumkan. Aplikasi buatan Google bisa terintegrasi langsung dengan Chrome serta langsung terhubung dengan beragam perangkatnya.

The Verge menyebutkan, kebehasilan Chrome saat ini sama seperti Internet Explorer 6 buatan Microsoft di tahun 2000-an. Saat itu, Internet Explorer 6 menjadi peramban internet paling populer, menguasai 90 persen pasar. Chrome saat ini hanya 60 persen.



Justru di balik prestasi tersebut menurut, tersimpan sisi buruk yang sempat dialami oleh Internet Explorer 6 dan bisa saja terulang di Chrome saat ini. Sisi buruk tersebut adalah dominasi yang berujung monopoli bisnis.

Saat Internet Explorer 6 populer, hampir semua situs maupun konten serta aplikasi yang ingin diakses lewat peramban tersebut, harus mengikuti pakem standar yang dianut Internet Explorer.

Semua pihak harus mengikuti kemauan desain dan teknis sesuai yang digunakan Internet Explorer 6. Padahal, sebuah web itu sifatnya harus bisa menyediakan akses yang mudah untuk semua. Mudah diakses oleh pengguna dari perangkat apapun, dan juga mudah digunakan developer seiring perkembangan teknologi.



Internet Explorer 6 mulai ditinggalkan seiring tumbuhnya Google lewat peramban Chrome yang memiliki beragam fitur serta integrasi dengan aplikasi buatan Google yang bisa diakses pada beragam perangkat. 

Bagi developer web atau konten digital, hal ini juga memudahkan pekerjaan mereka. Bukan tidak mungkin Chrome suatu hari nanti menjadi seperti Internet Explorer 6, dominasi yang berujung monopoli.

Dugaan ini didukung oleh bukti yang dikumpulkan. Misalnya, saat Anda membuka situs pencarian Google lewat peramban internet lain maka di halaman pencarian Google Anda akan menerima beberapa notifikasi untuk mengunduh dan menggunakan peramban Chrome.



Hal ini juga terjadi saat Anda akan membuka layanan aplikasi Google lewat peramban selain Chrome. Bahkan beberappa situs atau aplikasi dikabarkan juga memberikan notifikasi bahwa layanan mereka berjalan lebih baik di Chrome.

Hal yang sama terjadi pada Edge yang hadir di Windows 10. Pengguna PC kerap dialihkan ke peramban Edge saat membuka tautan internet. Dikhawatirkan Chrome justru menyimpang dari sifat peramban yang harusnya terbuka.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.