Punya Presiden Direktur Baru, Microsoft Indonesia Bidik Transformasi Digital Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Dec 2017 07:14 WIB
microsoft
Punya Presiden Direktur Baru, Microsoft Indonesia Bidik Transformasi Digital Indonesia
Microsoft Indonesia mengumumkan bahwa Haris Izmee menjadi Presiden Direktur baru menggantikan posisi Andreas Diantoro.

Jakarta: Di Indonesia Microsoft tidak hanya ingin menjadi penyedia layanan sistem operasi untuk perangkat IT. Lebih dari itu, Microsoft mau menjadi pendorong proses transformasi digital di Indonesia lewat beragam layanannya.

Untuk menyediakan layanan transformasi digital yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia maka Microsoft menunjuk perwakilan terbaik dari Indonesia untuk itu. Microsoft Indonesia mengumumkan bahwa Haris Izmee menjadi Presiden Direktur baru menggantikan posisi Andreas Diantoro.

Berbekal pengalaman di bidang bisnis selama hampir 20 tahun, Haris pernah mengisi posisi sebagai Country Manager dan Direktur di General Electric Healthcare. Selain itu, sebelumnya dia juga menjabat Senior Sales Director di GE Aviation, bertugas memimpin penjualan mesin peawat komersial.

"Saya sangat senang dapat bergabung bersama Microsoft, di saat yang sangat tepat. Aspirasi Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 menunjukkan kesempatan yang sangat besar bagi mitra dan pelanggan kami."

"Mereka dapat memanfaatkan model bisnis dan solusi baru dalam mempercepat pertumbuhan bisnis mereka. Visi Microsoft untuk memberdayakan masyarakat dan komunitas, menggarisbawahi komitmen kami untuk mendukung perjalanan transformasi digital mereka," tutur Haris.

Mengisi jabatan di Microsoft Indonesia, Haris bertanggung jawab atas pemasaran produkdan layanan serta dukungan pelanggan diIndonesia. Dia akan membawa Microsoft Indonesia mempercepat proses transformasi digital di Indonesia serta menjadi salah satu perusahaan produktivitas dan platform terkemuka.

Seperti yang dikabarkan beberapa waktu lalu, Windows 10 buatan Microsoft kini sudah terpasang di 600 juta perangkat aktif di seluruh dunia. Jumlah tersebut naik dari 500 juta perangkat aktif di awal tahun 2017.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.