Kalahkan Samsung, Apple Jadi Pemilik Paten Kunci Layar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 07 Nov 2017 11:13 WIB
applesamsung
Kalahkan Samsung, Apple Jadi Pemilik Paten Kunci Layar
Tampilan fitur untuk membuka pengunci layar di iPhone yakni 'slide to unlock'

Metrotvnews.com: Samsung harus mengakui kekalahan, setelah Apple menjadi pemilik resmi hak paten fitur kunci layar smartphone dengan nilai gugatan sebesar USD120 juta atau setara Rp1,6 triliun. 

Guagatan perebutan hak paten ini menjadi menarik, sebab hak paten tersebut terkait fitur kuncil layar yang biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh banyak pengguna. Seperti diketahui, iPhone milik Apple menggunakan mode geser untuk membuka kunci layar. Dilaporkan The Verge, gugatan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Apple.

Hal yang tidak kalah mengherankannya adalah kasus gugatan ini sudah diajukan pengadilan di Amerika Serikat sejak tahun 2014. Anda bisa bayangkan betapa alotnya sebuah gugatan hak paten terkait sistem sederhana dari pengunci layar. 

Anda pun tidak perlu khawatir kehabisan beritan soal gugatan, ini sebab hak paten pengunci layar tersebut hanya satu dari 5 gugatan hak paten terkait fitur pada smartphone yang diperebutkan antara Samsung dan Apple. Pihak Samsung tentu saja tidak terima atas keputusan tersebut, namun belum diketahui apakah pihak Samsung akan mengajukan banding.

Pihak Samsung mengatakan, pihak pengadilan harus bisa melihat lebih jelas tentang guagatan hak paten dan jangan sampai menjadi kesempatan bagi pihak Apple untuk memanfaatkan gugatan hak paten sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Samsung beranggapan Apple mencoba mencari keuntungan atau profit bisnisnya dari gugatan ketimbang bersaing di pasar smartphone.

Emosi pihak Samsung cukup beralasan karena beberapa kali Apple memenangkan gugatan dengan nominal uang gugatan yang cukup fantastis. Beberapa bulan ke depan, Apple dan Samsung akan bertemu kembali di pengadilan untuk membahas gugatan yang dimenangkan oleh Apple dengan nominal USD 1 miliar yang dianggap oleh Samsung terlalu besar.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.