Coocaa: Orang Indonesia Makin Suka Smart TV

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 12 Sep 2018 11:19 WIB
coocaa
Coocaa: Orang Indonesia Makin Suka Smart TV
Smart TV besutan Coocaa

Jakarta: Coocaa menilai konsumen Indonesia saat ini semakin menyukai TV pintar.

Salah satu faktor pendukungnya adalah penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 54 persen dari total populasi Indonesia. Tidak hanya di kota besar, minat untuk menggunakan Smart TV juga berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Tren ini terlihat dari berbagai masukan dari konsumen dan partner yang bekerja sama dengan kami. Mereka mengatakan semakin banyak orang yang ingin tahu apa itu TV Android.

Mereka juga menanyakan kapan dan di mana perangkat itu tersedia,” kata Digital Marketing Manager of GECOD (Global E-Commerce Overseas Department) Skyworth Daniel Huang kepada Medcom.id.

Daniel juga menyebut bahwa penetrasi internet juga membuat masyarakat tertarik untuk mempelajari perbedaan sistem operasional TV standar dan TV yang sudah mengadopsi OS Android.

“Pemahaman mereka semakin baik, tetapi saat ini Smart TV masih punya keterbatasan fungsi cerdas dan logika berinteraksi.”

Beberapa Smart TV yang beredar di pasar saat ini masih menganut closed operating system. Ini membuat perangkat tersebut tidak mendapatkan pembaruan software, begitu juga dengan aplikasi yang jumlahnya sedikit. Daniel melihat Android sebagai OS yang tepat untuk Smart TV berkat konsep open source yang dimilikinya.

“OS jadi lebih terbuka, dan developer bisa mendaftarkan aplikasi mereka di Play Store. Konsumen dapat mengunduh Aplikasi yang mereka inginkan,” kata Daniel.

Tentunya, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan. Ia menyakini bahwa TV pintar milik Coocaa punya keamanan yang mnadai, dan telah lulus pengujian GMS/GTS.

Sebagai produsen Smart TV, Coocaa menilai ada beberapa aspek penting yang dapat menarik perhatian konsumen. Dua aspek awal adalah kemudahan dalam menyalakan dan mengoperasikan. Android pada sistem TV pintar diklaim memberikan kemudahan karena memberikan pengalaman yang mirip dengan memakai smartphone.

“Ponsel Android juga punya autentikasi empat angka yang dapat tersambung ke TV Android Anda.”

Kemudahan dalan pengoperasian berarti bisa mencari apa yang diinginkan konsumen hanya dengan suara. Ini bisa terwujud dengan kehadiran Google Assistan yang terhubung dengan remote yang telah disertai mikrofon. “Ini berguna untuk orang tua dan anak-anak yang dirasa sulit mengetik perintah.”

Aspek ketiga adalah sinkronisasi antar perangkat. Daniel melihat Android memungkinkan semua perangkat konsumen dengan OS yang sama saling terhubung cepat. Ini berarti mereka bisa melihat daftar belanja, referensi menonton YouTube, sampai mengunduh data dengan perintah verbal sederhana.

Selain itu, Smart TV juga harus punya konektivitas yang lengkap, dan bisa memainkan game mendapatkan pembaruan software, setidaknya sampai tiga tahun ke depan.

Munculnya berbagai e-commerce juga membuat penjualan televisi semakin mudah. Melihat peluang ini, Daniel mengaku optimistis dengan strategi penjualan Coocaa, dengan memanfaatkan semua jalur penjualan yang ada.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.