Telkomsel: Pengembang di Indonesia Timur Menantang

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 19 Jul 2018 17:54 WIB
telkomsel
Telkomsel: Pengembang di Indonesia Timur Menantang
Telkomsel menyebut pelatihan pengembang Indonesia timur lebih menantang dari Indonesia barat.

Jakarta: Terfokus pada pengembang di wilayah Indonesia Timur, Telkomsel menilai wilayah ini memiliki potensi besar dan tidak kalah jika dibandingkan dengan pengembang dari wilayah Indonesia Barat.

Memiliki pengalaman dengan pengembang dari berbagai wilayah di Indonesia melalui ajang kompetisi pengembang yang diselenggarakannya setiap tahun, The Next Dev, Telkomsel mengaku menemukan sejumlah perbedaan karakteristik antara pengembang dari kedua wilayah Indonesia ini.

"Berdasarkan submission dari jawa, kami menemukan bahwa pengembang dari wilayah ini pemikirannya cenderung global. Jadi solusi dan produk yang mereka buat bisa di-scale up dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang," ujar Chief Manager Next Dev Steve Saerang.

Hal ini berbeda dengan pengembang dari wilayah Indonesia, yang disebut Steve lebih terfokus pada permasalahan di lingkungan sekitarnya.

Sehingga produk yang mereka hasilkan hanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar mereka dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat secara lebih luas.

Meskipun demikian, lanjut Steve, hal ini tidak menjadikan proses mentoring pengembang dari Indonesia Timur lebih sulit dibandingkan pengembang dari wilayah Indonesia Barat. Proses tersebut dinilainya lebih menantang, akibat pemahaman programing pengembang yang masih terbatas.

Hal ini disebut Steve dapat dimaklumi mengingat pengembang dari Indonesia barat lebih mudah memperoleh informasi dan mengakses infrastruktur yang mereka dibutuhkan, jika dibandingkan pengembang dari wilayah lainnya.

Untuk wilayah Indonesia Timur, Telkomsel memulai program pelatihan The Next Dev on The Mission pada dua kota, yaitu Kupang dan Ambon, dan mengaku akan melihat perkembangannya terlebih dahulu untuk menghadirkan kembali program ini di kota lainnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.