Moselo, Wadah Pengusaha Kreatif untuk Tampil Lebih Berani

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 09 May 2018 10:50 WIB
startup
Moselo, Wadah Pengusaha Kreatif untuk Tampil Lebih Berani
(Ki-Ka) Erwin Andreas (COO Moselo), Richard Fang (Co-Founder dan CEO Moselo), Ritchie Nathaniel (CTO Moselo)

Jakarta: Moselo resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia. Ini adalah aplikasi chat-commerce Indonesia, yang diklaim hadir sebagai penghubung pelaku industri kreatif dan konsumen agar menjangkau klien potensial yang lebih luas.

Moselo didirikan berdasarkan pengalaman pendirinya, dengan inspirasi berbuat bagi sesama pelaku industri kreatif. Moselo diklaim menjadi wadah creativepreneur untuk berani tampil dengan usaha yang mereka miliki. Moselo percaya banyak pekerja kreatif yang dapat berperan untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia.
 
"Sebagai seorang desainer, saya familier dengan industri kreatif, sehingga saya cukup memahami tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri kreatif," kata Richard Fang, Founder dan CEO Moselo.

“Saya mengalami sendiri proses panjang yang harus dilalui ketika saya dan istri mempersiapkan pernikahan. Dimulai dari browsing, dealing hingga pembayaran. Kami cukup menghabiskan waktu dan tenaga untuk kontak semua vendor, lewat berbagai aplikasi yang berbeda. Hal ini cukup banyak menyita waktu dan rasanya kurang efisien.”
 
Moselo dilengkapi integrated chat-commerce seperti Order Card, Payment Confirmation, dan Payment Gateway yang bisa diakses melalui chat room. Moselo mengklaim memudahkan konsumen untuk menjalankan proses browsing, conversing dan consultation, serta berbelanja dalam satu aplikasi.
 
Keinginan Richard untuk menghubungkan pelaku industri kreatif di Indonesia mendasar pada data dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), tentang belum optimalnya penggunaan layanan digital oleh para pelaku usaha kreatif.

Data BEKRAF menyebutkan bahwa entrepreneur kreatif cenderung hanya menggunakan digital sebanyak 80 persen untuk keperluan email, 70 persen untuk mencari informasi, dan 60 persen untuk melayani pelanggan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.