Epson Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan 2019 Capai 15%

Mulyadi Pontororing    •    Jumat, 06 Apr 2018 13:49 WIB
epson
Epson Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan 2019 Capai 15%
Jajaran direksi Epson Indonesia dalam kegiatan 17th Anniversary Roadshow bertema “Untukmu Indonesiaku” di Manado, Kamis, 5 April 2018.

Manado: Pihak Epson Indonesia menargetkan pertumbuhan penjualan di tahun mendatang bisa mencapai 15 persen. Direktur Epson Indonesia Muhammad Husni Nurdin pertumbuhan penjualan tahun ini ada diangka 17 hingga 18 persen.

"Saat ini omzet per tahun Epson Indonesia ada di angka Rp2 hingga Rp3 triliun. Paling tidak kita targetkan penjualan tumbuh 15 persen. Namun, kita usahakan sama seperti tahun ini yang mencapai antara 17 hingga 18 persen" kata Nurdin dalam acara 17th Anniversary Roadshow bertema “Untukmu Indonesiaku” di Manado, Kamis, 5 April 2018.

Untuk mencapai target itu, lanjut Nurdin, dalam kegiatan roadshow tersebut pihaknya juga turut meberi pelatihan kepada partner bisnis di 15 kota di Sulawesi yang disinggahi.

Selain memperkuat di jaringan bisnis, pihaknya juga mengklaim berinovasi lewat produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Adapun produk-produk tersebut seperti Printer L series, mesin daur ulang kertas (paper lab), pencetak label, digital textile printing dan digital print label. Bahkan, tambah Nurdin, kini pihaknya sudah mengembangkan robot untuk membantu pekerjaan manusia.

"Ada juga kacamata pintar, sistem perasa, dan Epson fokus untuk menggerakkan inovasi dan melampaui harapan pelanggan untuk inkjet, komunikasi visual, wearable, dan robotik," ujarnya.

Diketahui, sejak berdiri pada Oktober 2000 sebagai perwakilan penjualan dan pemasaran di Indonesia, Epson Indonesia beroperasi di bawah kendali kantor regional Epson Singapura.

Saat ini, Epson Indonesia telah memiliki 27 lokasi purnajual (6 Epson Sales & Service dan 21 Epson Service Center) di 24 kota besar di Indonesia.

"PT. Epson Indonesia kini memasarkan produk printer SIDM (Dot Matrix), Inkjet, Laser, LFP termasuk consumables-nya, dan produk-produk lain seperti scanner, dan proyektor LCD," pungkasnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.