Samsung Hentikan Peredaran Call Stickers via Aplikasi Phone

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 20 Sep 2018 10:59 WIB
samsung
Samsung Hentikan Peredaran Call Stickers via Aplikasi Phone
Samsung mengumumkan penghentian fitur Call Sticker pada aplikasi Phone perangkat Galaxy karyanya.

Jakarta: Telah lebih dari satu tahun sejak Samsung memperkenalkan fitur bernama Call Stickers. Fitur ini memungkinkan pengguna smartphone Galaxy untuk mengirimkan stiker kepada satu sama lain selama panggilan telepon berlangsung.

Samsung kini menginformasikan kepada konsumen bahwa perusahaannya akan menghentikan peredaran fitur Call Sticker ini mulai 17 Desember 2018. Call Sticker ini tersedia melalui aplikasi Samsung Phone, yang akan menerima update pada tanggal 17 Desember guna mencegah pemilik smartphone Galaxy menggunakannya.

Namun, jika tidak melakukan update pada aplikasi Phone, pengguna akan dapat menolak panggilan telepon dengan stiker ini, bahkan setelah Samsung menghentikan fitur tersebut. Samsung juga mengumumkan ketersediaan proses pengembalian dana bagi seluruh pengguna yang telah membeli Call Sticker sejak diluncurkan.

Namun, kompensasi pembelian stiker ini hanya berlaku bagi pengguna yang mengirimkan permintaan sebelum tanggal 15 Juni 2019, melalui Galaxy App di ponsel. Pengguna harus memastikan untuk mencantumkan nomor pemesanan pada permintaan sehingga proses dapat dilakukan dalam waktu lebih cepat.

Sebelumnya, rumor yang beredar menyebut bahwa smartphone berdesain lipat terbaru Samsung, bernama Galaxy F, tidak akan menggunakan panel pelindung Gorilla Glass.

Hal ini karena panel karya Corning tersebut tidak memiliki fleksibilitas dan tahan terhadap suhu panas yang dibutuhkan Galaxy F.

Sementara itu, kabar kurang menyenangkan terdengar dari Samsung Galaxy Note 9 yang belum lama ini juga dirilis.

Seorang perempuan asal Amerika Serikat melayangkan gugatan kepada Samsung, lantaran Galaxy Note 9 miliknya terbakar, serupa insiden yang terjadi pada Samsung Galaxy Note 7.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.