Aplikasi Terbaru Google untuk Pandu Tuna Netra

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 14 May 2018 19:32 WIB
google
Aplikasi Terbaru Google untuk Pandu Tuna Netra
Google dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi untuk membantu penyandang tuna netra.

Jakarta: Google telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan visi komputer selama beberapa waktu, dan dilaporkan mulai menunjukan kemampuan cakap dalam mengidentifikasi obyek.

Kini Google mengembangkan aplikasi Android pintar yang memanfaatkan pengembangan tersebut. Aplikasi ini bertujuan membantu penyandang tuna netra untuk memahami kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Aplikasi bernama Lookout ini dirancang berfungsi dengan ponsel Google Pixel, dan dibawa serta pengguna menggunakan tali yang dikalungkan di leher pengguna dengan posisi kamera menghadap depan.

Selain itu, aplikasi ini dapat mengenali benda seperti teks yang tercetak, tanda, orang, dan obyek seperti kursi dan table. Lookout juga akan memberitahukan pengguna terkait lokasi mereka menggunakan petunjuk suara seperti 'sofa di arah jam tiga'.

Lookout diklaim membantu pengguna dengan masalah penglihatan untuk dapat bergerak secara mandiri. Google menyebut aplikasi ini dapat berfungsi secara offline, dan mendukung empat mode berbeda untuk menyampaikan informasi relevan, bergantung dengan aktivitas yang tengah dilakukan.

Keempat mode yang didukung termasuk Experimental, ditujukan untuk menguji fitur Lookout yang masih dalam pengembangan. Aplikasi ini serupa dengan Seeing AI karya Microsoft, yang diluncurkan pada iOS pada tahun lalu, dan berfungsi sebagai kamera berbicara.

Kamera Seeing AI ini berfungsi untuk menjelaskan orang di sekitar pengguna menggunakan audio saat kamera diarahkan kepada pengguna dan obyek.

Namun, Lookout diperkirakan akan lebih bermanfaat berkat berbagai mode untuk menonjolkan objek berbasis aktivitas, sehingga mampu menghindari noise dari aplikasi.

Lookout diperkirakan juga dapat berfungsi saat terhubung dengan aplikasi lain serupa Microsoft. Aplikasi ini membantu pengguna beraktivitas dan menjadi lebih waspada terhadap lokasi mereka, saat dihubungkan dengan headset stereo yang akan menyebutkan nama jalan dan lokasi penanda. Google dikabarkan akan resmi merilis aplikasi ini pada perangkat Android pada akhir tahun ini.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.