Google Gulirkan Update Berbekal AI pada Notifikasi Gmail iOS

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 17 Jun 2018 12:22 WIB
google
Google Gulirkan Update Berbekal AI pada Notifikasi Gmail iOS
Google memanfaatkan AI untuk mengetahui email penting yang akan ditampilkan pada notifikasi di layar iPhone.

Jakarta: Google menggulirkan update untuk aplikasi Gmail versi iOS, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengetahui email terpenting bagi pengguna dan mengaktifkan pengaturan yang sesuai.

Hal ini memungkinkan email dengan prioritas tinggi untu ditampilkan pada notifikasi di layar iPhone.

Google juga memutuskan untuk menawarkan fitur baru ini pertama kali untuk pengguna perangkat iOS, dan diikuti dengan pengguliran untuk aplikasi versi Android dalam waktu dekat. Pengguna aplikasi versi iOS telah dapat menikmati fitur pada update ini.

Untuk dapat mengaktifkannya, pengguna perangkat iOS dapat mengakses Settings, lalu Notifications, dan High Priority only.

Setelah diaktifkan, aplikasi Gmail versi iOS akan memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin untuk mengetahui pesan yang penting dan berhak untuk ditampilkan pada notifikasi di layar.

Setelah update diinstal dan pengaturan High Priority only diaktifkan, notifikasi yang muncul pada layar ponsel untuk Gmail akan terkait dengan bagian email yang dianggap Google perlu segera dibaca oleh pemilik email dan pengguna perangkat iOS.

Sebelumnya, pegawai Google pada divisi Issue Tracker mengaku tengah melakukan investigasi terkait dengan permasalahan yang dikeluhkan sejumlah pemilik Google Pixel 2 XL, yang mereka dialami setelah menginstal update keamanan Android OTA edisi bulan Juni.

Permasalahan ini menyebabkan perangkat Pixel 2 XL membutuhkan waktu selama dua hingga tiga detik lebih lama untuk dapat menyala dan aktif. Google mengaku telah mempersiapkan perbaikan dan akan segera menyebarluaskannya.

Sementara itu, Google dilaporkan mencoba lebih menonjolkan fitur terkait fungsi aplikasi pesan dengan mengubah nama sejumlah tab pada aplikasi YouTube.

Hingga saat ini, perubahan tersebut belum dapat dipastikan akan berfungsi dengan baik, namun dinilai akan membuat platform berbasis video tersebut lebih mengusung pengalaman penggunaan yang lebih sosial.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.