Masyarakat Inggris Suka Lupa Hapus Data

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 02 Jul 2018 12:42 WIB
teknologi
Masyarakat Inggris Suka Lupa Hapus Data
Ilustrasi kartu MicroSD dan SD.

Jakarta: Sebuah riset yang dilakukan tim keamanan siber University of Hertfordshire Inggris menemukan bahwa dua per tiga dari kartu memori yang ada di perangkat mobile di pasar barang bekas kerap lupa dihapus data-data pribadinya, dikutip dari laporan Forbes.

Di luar negeri, termasuk Inggris, kini banyak dijumpai layanan daur ulang perangkat elektronik yang kemudian menciptakan pasar barang-barang bekas. Namun, rupanya banyak pengguna terdahulu yang lupa benar-benar menghapus datanya.

Dalam riset yang dilakukan selama empat bulan, tim keamanan siber dari University of Hertfordshire Inggris membeli 100 perangkat kartu memori MicroSD dan SD dari eBay maupun layanan second-hand market. Kebanyakan dua produk tersebut berasal dari smartphone, tablet, handy cam, alat GPS, dan drone.

Dari 100 kartu MicroSD dan SD yang dikumpulkan, ditemukan bahwa 36 persen data di dalamnya tidak dihapus sama sekali, dan dengan menggunakan software data recover gratis yang ada di internet, data yang sudah dihapus juga masih bisa dikembalikan.

Tim keamanan siber University of Hertfordshire Inggris menemukan beragam data pribadi mulai dari foto dokumen paspor, foto dengan orang terdekat, daftar kontak, hingga konten pornografi.

29 persen data di dalam kartu MicroSD amaupun SD tersebut sudah dihapus. Sayangnya, dengan software yang tadi disebutkan tim keamanan University of Hertfordshire Inggris dengan mudah bisa mengembalikannya.

Kemungkinan besar proses format untuk menghapus data-data mereka menurut tim University of Hertfordshire Inggris hanya dilakukan dengan cara quick format dan bukan full format atau menggunakan software tools khusus.

Tercatat hanya 24 persen dari karu MicroSD dan SD yang datanya benar-benar terhapus dan tidak bisa dikembalikan menggunakan software data recovery. Mereka yang memiliki perangkat tersebut diprediksi menghapus datanya menggunakan software data erasing tool.

Tim keamanan siber University of Hertfordshire Inggris menyarankan bahwa saat pengguna akan berpindah perangkat, sebaiknya mereka mengunduh aplikasi data erasing tool atau disk-wiping sehingga data yang lama terhapus tanpa bisa dipulihkan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.