Roket SpaceX Meledak Karena Sabotase?

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 04 Oct 2016 10:39 WIB
antariksa
Roket SpaceX Meledak Karena Sabotase?
Detik-detik meledaknya roket Falcon 9

Metrotvnews.com: Beberapa minggu yang lalu salah satu roket SpaceX, yaitu Falcon 9, meledak sebelum diluncurkan di pusat peluncuran roket NASA.

Menurut hasil investigasi, adanya kebocoran pada sistem cryogenic helium di tangki oksigen cair di roket Falcon 9 menjadi penyebab meledaknya roket beserta muatan satelitnya. Namun, hingga saat ini SpaceX masih melakukan investigasi lanjutan mengapa kebocoran bisa terjadi, dan hasil investigasi mengarah ke kemungkinan adanya sabotase.

"Kami telah melakukan investigasi mendalam dan tidak menemukan adanya kesalahan dalam bagian produksi," ujar CEO SpaceX, Elon Musk, kepada Washington Post. "Hal tersebut membuat investigasi menjadi mengarah ke kemungkinan tersebut (sabotase)."

Washington Post juga telah melakukan investigasi lanjut melalui rekaman video detik-detik meledaknya roket SpaceX. Menurut Popular Science, mereka menemukan sesuatu yang ganjil dalam video tersebut yaitu adanya bayangan aneh kemudian disusul oleh titik putih sesaat sebelum roket Falcon 9 meledak dari sebuah bangunan yang dimiliki oleh United Launch Alliance (ULA).

ULA sendiri merupakan perusahaan roket yang secara bisnis merupakan saingan langsung SpaceX. Washington Post mengatakan bangunan milik ULA tersebut berada langsung di sebelah area peluncuran roket SpaceX, sehingga roket Falcon 9 dapat dilihat dengan jelas dari bangunan tersebut.

Sementara itu, ULA mengatakan pihaknya tidak melihat apapun di bangunan tersebut saat peristiwa meledaknya Falcon 9, meski ULA tidak mengizinkan Washington Post untuk mengunjungi bangunannya.

Sebelumnya, Elon Musk sempat mengatakan pihaknya sedang "mencoba memahami" suara letupan yang cukup keras sebelum roket Falcon 9 meledak. Pernyataan tersebut memperkuat asumsi adanya sabotase terhadap SpaceX.

Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak di pusat peluncuran roket milik NASA di Cape Canaveral, Amerika Serikat, pada tanggal 1 September 2016.

Roket tersebut meledak ketika sedang membawa muatan berupa satelit yang akan digunakan oleh Facebook untuk memperluas koneksi internet di wilayah Afrika.

Meledaknya roket Falcon 9 sempat menjadi perhatian netizen termasuk Mark Zuckerberg yang kecewa dengan insiden tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.