Pemerintah AS Ingin Pembuat Ponsel Sediakan Mode Berkendara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 27 Nov 2016 14:36 WIB
teknologismartphone
Pemerintah AS Ingin Pembuat Ponsel Sediakan Mode Berkendara
Ilustrasi. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Badan Keamanan Lalu Lintas Nasional (NHTSA) Amerika Serikat memberikan usul pada para pembuat smartphone dan software, termasuk Apple dan Google, untuk membatasi fitur ponsel yang dapat mengalihkan perhatian seorang pengendara.

Saran ini tidak bersifat wajib. Ia dibuat berdasarkan riset tentang faktor yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat sopir yang perhatiannya teralihkan.

Salah satu saran dari NHTSA adalah agar para pembuat ponsel menambahkan fitur untuk menghubungkan smartphone ke sistem infotainment mobil secara otomatis dan menambahkan "Mode Berkendara" yang memiliki antarmuka yang lebih sederhana ketika smartphone digunakan di dalam mobil.

TechCrunch melaporkan, Google telah melakukan apa yang diminta oleh NHTSA melalui update untuk Android Auto. Namun, NHTSA ingin meminta lebih, seperti mengunci fitur-fitur tertentu saat seseorang sedang berkendara.

NHTSA menjelaskan, 10 persen dari kecelakaan fatal yang terjadi di 2015 melibatkan setidaknya satu sopir yang perhatiannya teralihkan, naik 8,8 persen dari tahun lalu. Hal inilah yang membuat NHTSA merasa perlu untuk campur tangan untuk memastikan para sopir tidak mengalihkan perhatiannya dengan ponsel.

NHTSA juga memberikan penjelasan 3 tipe pengalih perhatian, yaitu visual, manual (sesuatu yang membuat Anda harus melepaskan tangan dari setir) dan kognitif (sesuatu yang membuat Anda tidak fokus pada keadaan jalan).

Dalam rekomendasi NHTSA, salah satu hal yang dia sarankan adalah fitur pengunci yang aktif ketika ponsel terhubung dengan sistem infotainment mobil, misalnya memblokir video yang tidak ada hubungannya dengan berkendara, memblokir gambar, dan mencegah layar menunjukkan tes yang secara otomatis bergulir ke bawah. Beberapa hal lain yang ingin diblokir adalah pesan non-suara dan pesan panjang dalam bentuk lainnya.

Namun, permintaan dari NHTSA ini bukanlah hal yang mudah dilakukan. Mengembangkan teknologi yang secara otomatis membatasi akses ke fitur-fitur tertentu dan dapat membedakan apakah pengguna adalah sopir atau penumpang bukanlah hal yang mudah.

Dan sekalipun hal ini bisa dilakukan, kemungkinan, para pembuat smartphone tidak terlalu ingin membuat ponsel yang membatasi fitur-fitur yang ada tanpa izin pengguna.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.