idEA: Online Tidak Bakal Matikan Offline

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 19 Oct 2016 17:12 WIB
e-commerce
idEA: Online Tidak Bakal Matikan Offline
Aulia Marinto mengaku tidak setuju terkait anggapan perdagangan online dapat mematikan perdagangan konvensional.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemajuan teknologi yang mendukung pertumbuhan perdagangan via jaringan atau online dinilai berpotensi untuk mematikan perdagangan secara konvensional. Hal ini ditanggapi secara berbeda oleh Ketua Umuk asosiasi e-Commerce Indonesia atau idEA, Aulia Marinto.

"Offline retail dengan online retail itu, online retail itu sebagai complimentary. Tanpa offline retail, kami, e-commerce tidak ada. Dan tidak ada di negara manapun, online retail mematikan offline retail," ujar Aulia pada acara pengumuman kepengurusan idEA periode 2016-2018.

Hubungan antara perdagangan online dan offline dinilai sebagai hubungan yang saling mennguntungkan. Sebab, lanjut Aulia, perdagangan secara online justru membantu mengembangkan pendapatan yang diperoleh oleh pelaku perdagangan konvensional.

Sejumlah pedagang yang memulai bisnisnya melalui jalur online juga dinilai kurang mampu untuk dapat mematikan ekosistem perdagangan konvensional secara keseluruhan. Namun, Aulia tidak menyangkal bahwa perdagangan online memiliki potensi untuk dapat mematikan satu atau dua bisnis konvensional lainnya.

Potensi tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pihak di industri terkait, sehingga dapat memutuskan dan melakukan langkah-langkah terbaik untuk mencegahnya. Para pelaku industri perdagangan online dan offline, lanjut Aulia, harus saling bekerja sama untuk dapat mencegah hal tersebut.

"Kita harus buat bagaimana caranya ga saling mematikan. Dirangkul, jangan dibiarkan mati. Kita ini bukan penganut kebebasan mutlak. Kita mau produsen yang offline itu bertumbuh besar, karena adanya online technology," ujar Aulia lagi.

Aulia juga berharap, dinamika antara perdagangan online dan offline ini juga dapat mendorong pertumbuhan perdagangan online dalam batas wajar, dan dapat bersanding dengan perdagangan konvensional.

Sementara itu, melalui program kerja pada kepengurusan baru dan pengembangan divisi baru, Aulia juga ingin terfokus dalam membantu peritel konvesional besar untuk merambah ke ranah digital. Hal ini turut melengkapi fokus idEA, yang sebelumnya terpusat pada usaha kecil menengah.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.