Salah Dengar, Siri Arahkan Pengguna iPhone ke Lokasi Tak Terduga

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 21 Mar 2017 09:26 WIB
apple
Salah Dengar, Siri Arahkan Pengguna iPhone ke Lokasi Tak Terduga
Asisten suara Apple mengarahkan pencari prostitusi ke bar eSport.

Metrotvnews.com: Setelah Google Home mengonfirmasi bahwa Obama merencanakan kudeta komunis, kini giliran Siri melakukan tindakan unik.

The Toronto Star melaporkan, salah satu pengguna iPhone di negara itu disuguhi informasi rahasia, saat menanyakan lokasi prostitusi di ibukota Kanada tersebut. Siri mengarahkan pengguna tersebut ke salah satu bar eSpor di wilayah bernama Little Italy.

Salah satu pemilik bar tersebut, Alvin Acyapan menyebut, ia mulai menerima panggilan telepon tidak dikenal dari sejumlah orang yang menanyai bar miliknya tersebut beberapa saat setelah resmi dibuka pada bulan November 2016 lalu.

Fenomena aneh ini terjadi selama beberapa kami dalam beberapa bulan setelahnya, hingga salah satu penelepon menyebutkan Siri telah menyarankan bar milik Acyapan tersebut saat ia hendak mencari lokasi untuk kegiatan tersebut.

 
Acyapan berpendapat, Siri salah memahami kata eSport sebagai escorts yang umum digunakan pekerja di ranah tersebut, akibat minimnya berbedaan huruf yang dimiliki keduanya. Berdasarkan percobaan yang dilakukannya, Acyapan menyebut pertanyaan berbeda dengan konteks serupa turut menyuguhkan hasil yang sama.

Sebelum salah satu penelepon mengakui hal tersebut, Acyapan mengaku berpikir bahwa dirinya tengah menghadapi panggilan telepon lelucon, dan menceritakan pendapatnya tersebut kepada rekannya. Minggu lalu, pemilik bar tersebut mengaku telah menghubungi pihak dukungan teknis Apple via email dan Twitter.

Keluhan pemilik bar eSport tersebut telah mendapatkan tanggapan dari pihak Apple, yang berjanji segera memperbaiki kesalahan tersebut, dengan mengubah jawaban Siri menjadi tidak tahu saat pertanyaan serupa kembali dilontarkan penggunanya.

Sementara itu sebelumnya, Apple mengumumkan investasi sebesar USD500 juta atau Rp6,6 triliun untuk pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di dua kota di Tiongkok, yaitu Shanghai dan Suzhou. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.