Banyak Masalah, Presiden Uber Pilih Mundur

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 20 Mar 2017 15:26 WIB
uber
Banyak Masalah, Presiden Uber Pilih Mundur
President Uber memutuskan untuk keluar. (AP Photo/Eric Risberg, File)

Metrotvnews.com: Keadaan di Uber memburuk dengan keluarnya Presiden Jeff Jones.

Keputusan Jones untuk mundur muncul di tengah berbagai masalah yang dihadapi oleh Uber, mulai dari tuduhan pelecehan seksual dan tuntutan dari Waymo -- bisnis mobil otonom Alphabet -- yang dapat melumpuhkan usaha Uber untuk mengembangkan mobil otonom.

Sebelum ini, CEO Uber, Travis Kalanick mengaku bahwa dia sedang mencari COO. Namun, tampaknya hal itu tidak dapat langsung menyelesaikan masalah yang ada dalam perusahaan, seperti yang disebutkan TechCrunch.

Uber mengonfirmasi keputusan Jones melalui sebuah pernyataan. "Kami ingin berterima kasih pada Jeff untuk waktunya selama 6 bulan di perusahaan dan berharap dia akan mendapatkan yang terbaik," ujar Uber dalam pernyataan resmi.

Recode melaporkan, Jones memutuskan untuk mundur karena munculnya berbagai kontroversi terkait Uber. Pada awal tahun ini, masyarakat AS melihat bahwa Uber berusaha untuk memanfaatkan protes besar-besaran ketika presiden Donald Trump memberlakukan larangan imigrasi dari negara-negara tertentu. Hal ini mendorong munculnya kampanye #DeleteUber.

Protes kembali muncul ketika mantan pekerja Uber menuduh adanya pelecehan seksual di Uber. Usaha Uber untuk mengembangkan mobil otonom pun menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah tuduhan dari Alphabet yang menyebutkan bahwa Uber mencuri rahasia mereka. 

Jones bukanlah satu-satunya eksekutif yang memutuskan untuk keluar. Pada akhir bulan Februari, SVP of Engineering Uber dan mantan pegawai Google, Amit Singhal juga memutuskan untuk keluar dari Uber. Hanya dalam waktu satu bulan, jajaran eksekutif Uber telah mengalami perubahan, meski belum diketahui bagaimana hal ini akan memengaruhi budaya Uber sebagai perusahaan.

"Saya bergabung dengan Uber karena Misinya dan tantangan untuk mengembangkan kemampuan global yang akan membantu perusahaan berkembang dalam jangka panjang," tulis Jones dalam sebuah pernyataan. 

"Namun, sekarang sudah jeas bahwa kepercayaan dan pendekatan atas kepemimpinan yang mendukung karir saya tidak konsisten degan apa yang saya lihat dan rasakan di Uber dan saya tidak lagi bisa melanjutkan peran saya sebagai presiden dari bisnis ride-sharing ini.

Ada ribuan orang hebat di perusahaan dan saya harap semuanya akan baik-baik saja."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.