Intel Pamerkan Drone Khusus Perusahaan, Falcon 8+

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 13 Oct 2016 07:31 WIB
inteldrone
Intel Pamerkan Drone Khusus Perusahaan, Falcon 8+
Falcon 8+ dari Intel.

Metrotvnews.com: Minggu ini, Intel memperkenalkan Falcon 8+, drone yang dibuat untuk korporat. Drone octocopter ini dijual bersama dengan sistem pemetaan, pengawasan dan inspeksi perusahaan. Drone itu dibuat oleh perusahaan anak Intel, Ascending Technologies.

Rotor pada drone ini membentuk formasi huruf V, yang merupakan ciri khas AscTec yang telah dipatenkan. Menurut laporan The Verge, drone ini dapat mencapai kecepatan hingga 35 mil/jam (56 km/jam), lebih cepat dari kebanyakan drone amatir.

AscTec menjanjikan berbagai fitur yang akan menarik pengguna perusahaan, seperti baterai cadangan dan sistem komunikasi yang terintegrasi dalam drone. Paket penjualan drone ini juga dilengkapi dengan Intel Cockpit, controller yang tahan berbagai cuaca. Controller ini memiliki 2 joystick dan sebuah tablet Intel, seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di bawah.



Peluncuran Falcon 8+ merupakan langkah terbaru yang Intel lakukan untuk masuk ke dalam industri drone. Intel mengakuisisi Ascending Tecnologies, perusahaan manufaktur drone komersial asal Jerman di bulan Januari lalu. Kemudian, mereka juga membeli Movidius, yang fokus membuat chip computer vision yang digunakan pada drone quadcopter dan Project Tango milik Google.

Intel juga membuat chip dan sistem kamera mereka sendiri untuk drone. Chip itu berdasarkan pada teknologi RealSense. Intel juga merupakan salah satu investor Yuneec, perusahaan pembuat drone asal Tiongkok yang merupakan pesaing utama DJI.

Terlihat jelas bahwa Intel tertarik dengan industri drone. Namun, dengan peluncuran Falcon 8+, Intel tampaknya tertarik untuk membuat drone untuk kalangan perusahaan. Berbeda dengan pasar konsumen, yang 70 persen dikuasai oleh DJI, sektor korporasi masih belum didominasi oleh satu perusahaan pun.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.