Raksasa Tiongkok Ingin Beli Tokopedia?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 07 Aug 2017 16:48 WIB
tokopedia
Raksasa Tiongkok Ingin Beli Tokopedia?
Tokopedia dikabarkan akan diakuisisi JD.com. (MTVN)

Metrotvnews.com: Setelah sempat dirumorkan pada bulan Mei lalu, kabar terkait proses akusisi Tokopedia oleh JD kembali beredar. Raksasa e-commerce asal Tiongkok tersebut dilaporkan telah mengakuisis mayoritas saham Tokopedia.

Menurut kabar yang berhembus, sebelumnya Tokopedia menjadi diincar oleh raksasa e-commerce Tiongkok lainnya, yaitu Alibaba. Alibaba sebelumnya dilaporkan telah mempersiapkan dana sebesar USD500 juta (Rp6,6 triliun) untuk meminang Tokopedia.

Sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, dan merupakan salah satu startup unicorn tersukses di Asia Tenggara, tidak heran jika Tokopedia menjadi incaran berbagai raksasa e-commerce global lainnya. Tahun lalu, Alibaba telah mengakuisisi Lazada, perusahaan e-commerce yang beroperasi di 6 negara, salah satunya Indonesia. Ketika itu, disebutkan, total nilai akuisisi mencapai USD1 miliar. 

Jika rumor akuisisi Tokopedia oleh JD benar, maka hal ini akan menghentikan spekulasi terkait perusahaan e-commerce asal Tiongkok yang berencana untuk menanamkan investasi di salah satu marketplace terbesar di Indonesia dan memastikan Tokopedia menjadi salah satu unicorn Asia Tenggara, mengikuti Go-Jek dan Traveloka.

Seperti yang disebutkan oleh DailySocial, bagi JD.com, akuisisi Tokopedia akan menjadi amunisi penting dalam kompetisi mereka melawan pesaing terbesarnya, Alibaba. 

Sayangnya, saat dihubungi Metrotvnews.com, Tokopedia memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan konfirmasi atau bantahannya.

Informasi tambahan, Tokopedia terakhir kali mendapatkan pendanaan pada tahun 2014 lalu, berasal dari salah satu raksasas telekomunikasi asal Jepang, yaitu Softbank Japan, yang berkolaborasi dengan Sequoia Capital. Pendanaan yang digelontorkan Softbank Japan dan Sequioa Capital tersebut dilaporkan mencapai USD100 juta (Rp1,3 triliun).

Sementara itu di Indonesia, JD telah melebarkan sayapnya melalui perusahaan afiliasi, yang pada akhir tahun 2015 lalu berganti nama menjadi JD.id.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.