Demi Hentikan Perang Tarif, Pemerintah Mau Operator Konsolidasi

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 26 Jul 2017 18:47 WIB
teknologi
Demi Hentikan Perang Tarif, Pemerintah Mau Operator Konsolidasi
Konsolidasi ditawarkan pemerintah sebagai solusi guna mendukung kelangsungan bisnis operator seluler Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsolidasi menjadi solusi yang dapat ditawarkan oleh pemerintah dalam membantu mendukung keberlangsungan bisnis operator, termasuk membantu penanganan perang tarif antar operator.

Dalam rangka menyosialiasikan solusi tersebut secara lebih tegas, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut akan mencari cara atau celah secara hukum. Ketegasan tersebut, lanjut Rudiantara, dapat dihadirkan dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) dan didahului dengan peringatan.

Peringatan yang dilayangkan Kominfo ini rencananya akan dihadirkan dalam jangka waktu 7 hari, sebelum diputuskan untuk mencabut izin operator jika operator tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Setelah itu, tinggal tangani pelanggannya akan gimana, kan gitu. Nah, sekarang ini bagian dari sosialisasi. Ini jadi hal yang saya terus bicarakan sejak saya masuk,” ujar Rudiantara, hari ini, Rabu (26/7/17).

Saat ini, Rudiantara menyebut, masih dalam tahap sosialisasi terkait pembentukan regulasi pendukung konsolidasi tersebut. Pemerintah berencana akan mencabut izin operasional operator jika konsolidasi antar operator tidak terjadi.

Konsolidasi yang dimaksud Rudiantara di masa mendatang tidak lagi akan membedakan operator seluler atau operator Broadband Wireless Access (BWA). Sebab di masa mendatang, frekuensi akan menjadi teknologi netral.

Kominfo menargetkan keputusan terkait peraturan konsolidasi dan batas bawah tarif data operator selesai dan dapat diumumkan pada tahun ini. Menargetkan keputusan selesai tahun ini, Rudiantara menyebut sosialisasinya tetap membutuhkan waktu dan akan dilakukan secara bertahap.

Saat peraturan tersebut hampir selesai, Rudiantara berjanji untuk mengumumkannya 3 bulan sebelum pengumuman resminya. “Kalau perlu, saya tiap hari ngomong di media,” ujarnya menutup pembicaraan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.