Sekolah di Tiongkok Punya Seragam yang Bisa Lacak Murid

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 29 Dec 2018 17:15 WIB
internet of things
Sekolah di Tiongkok Punya Seragam yang Bisa Lacak Murid
Tiongkok buat seragam cerdas untuk muridnya. (Guanyu Technology, via ABC News)

Jakarta: Sekolah di Tiongkok kini melacak posisi para muridnya menggunakan chip yang terpasang pada "seragam cerdas". Tujuannya adalah untuk mendorong para siswa untuk tidak membolos, menurut lapora media nasional The Global Times via The Telegraph

Setiap seragam memiliki dua chip pada bagian pundak yang akan digunakan kapan dan dimana murid masuk atau keluar dari lingakungan sekolah.

Pada pintu gerabng, sekolah juga akan menggunakan sistem pengenalan wajah untuk memastikan bahwa siswa menggunakan seragam yang benar.

Jika seorang siswa berusaha meninggalkan sekolah ketika proses belajar mengajar masih berlangsung, alarm akan berbunyi, lapor The Verge

Menurut Guizhou Guanyu Technology Company, perusahaan yang mengembangkan seragam cerdas ini, seragam tersebut bisa dicuci meski ia memiliki chip. Setiap seragam bisa tahan dalam panas hingga 150 derajat Celsius dan bisa dicuci hingga 500 kali.

Seragam itu juga memiliki beberapa fitur ekstra. Misalnya, chip bisa mendeteksi ketika seorang murid tertidur di dalam kelas. Chip ini juga memungkinkan murid melakukan pembayaran menggunakan pengenalan wajah atau sidik jari sebagai autentikasi. 

Sekarang, seragam ini telah digunakan di 10 sekolah di Provinsi Guizhou, Tiongkok. Seragam tersebut telah digunakan selama beberapa waktu menurut Lin Zongwu, kepala sekolah dari Sekolah Renhuai Nomor 11. Sebanyak lebih dari 800 murid di sekolahnya telah menggunakan seragam cerdas sejak 2016. 

Penggunaan seragam cerdas ini agak mengkhawatirkan. Karena, meski penggunaannya ditujukan untuk mendorong siswa tidak membolos, sekolah tetap bisa melacak murid bahkan setelah mereka ada di luar lingkungan sekolah. Namun, menurut Lin Zongwu, "Kami memutuskan untuk tidak memeriksa lokasi dari para murid setelah sekolah berakhir."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.