Ponsel Prototipe Microsoft Pakai Layar Sekunder E-Ink

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 29 Oct 2018 08:15 WIB
microsoft
Ponsel Prototipe Microsoft Pakai Layar Sekunder E-Ink
Prototipe Microsoft menggantikan layar sekunder dengan layar e-Ink, berkonsep Display Cover.

Jakarta: Baru-baru ini beredar informasi di Twitter menyebut bahwa smartphone prototipe karya Microsoft Research berbekal fitur layar sekunder dalam bentuk cover e-Ink. Smartphone konsep Display Cover ini untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan.

Display Cover ini juga menjadi penawaran bagi konsumen menyoal solusi praktis, di saat yang bersamaan. Sayangnya, layar sekunder yang merupakan cover layar, hadir tanpa dukungan fungsionalitas layar sentuh secara lengkap.

Microsoft menambahkan lima tombol sentuh di bagian bawah, menghubungkan sirkuit antarmuka yang ditemukan di bagian belakang smartphone via kabel pada engsel cover lipat. Microsoft Display Cover terdiri dari bezel dengan bahan sentuh lembut yang dipanaskan agar terhubung ke layar.

Microsoft turut mengklaim bahwa bagian belakang Alcantara menggunakan alat yang dipanaskan khusus.

Sebelumnya, Microsoft kembali menjajal kemampuan produk karyanya pada ranah fesyen, salah satunya ditampilkan di ajang Jakarta Fashion Week ke-11 lalu.

Pada ajang itu, Microsoft bekerja sama dengan pelajar London College of Fashion, mencoba mempersiapkan tiga untuk digunakan di industri fesyen, termasuk teknologi prototipe 3D untuk mengurangi limbah pembuatan pakaian, mixed dan virtual realities untuk industri ritel, dan AI atau kecerdasan buatan bagi konsumen.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.