Intel Hadapai 32 Tuntutan Soal Spectre dan Meltdown

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Feb 2018 07:39 WIB
intelcyber security
Intel Hadapai 32 Tuntutan Soal Spectre dan Meltdown
Ilustrasi.

Jakarta: Pada akhir pekan kemarin, Intel mengungkap bahwa mereka harus menghadapi setidaknya 32 tuntutan terkait kelemahan Meltdown dan Spectre. 

"Per 15 Februari 2018, ada dua tuntutan dari konsumen dan dua tuntutan terkait keamanan telah didaftarkan," ujar Intel dalam sebuah dokumen SEC (Securities and Exchange Commission).

Sementara tuntutan oleh konsumen meminta Intel untuk membayar kerugian dalam bentuk uang dan kepastian, tuntutan terkait keamanan "menuduh Intel dan beberapa eksekutifnya telah melanggar peraturan keamanan dengan membuat pernyataan tentang produk Intel yang terbukti salah."

Menurut laporan The Verge, Intel juga harus menghadapi tuntutan dari pemegang saham terhadap anggota dewan dan eksekutif Intel karena "gagal menanggapi tuduhan terkait insider trading".

Tuntutan ini tampaknya masih ada kaitannya dengan kekhawatiran yang muncul karena CEO Intel Brian Krzanich telah menjual sahamnya. 

Tidak heran jika Intel harus menghadapi banyak tuntutan. Ada kemungkinan jumlah tuntutan yang harus mereka hadapi masih akan terus bertambah.

Kelemahan Meltdown dan Spectre telah mengungkap adanya masalah pada desain prosesor yang dibuat dalam 20 tahun belakangan. Sementara itu, update keamanan yang Intel rilis justru menyebabkan komputer bermasalah. 

Intel kesulitan untuk memperbaiki kelemahan Spectre yang ada pada prosesor buatannya. Update pertama yang mereka rilis untuk memperbaiki masalah itu justru menyebabkan komputer pengguna melakukan reboot.

Microsoft bahkan terpaksa meluncurkan pembaruan Windows darurat untuk mengatasi masalah akibat update dari Intel yang bermasalah. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.