Red Hat Rilis Solusi Cloud Native untuk Transformasi Digital

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 24 Jan 2018 20:41 WIB
red hatcorporatetransformasi digital
Red Hat Rilis  Solusi Cloud Native untuk Transformasi Digital
Manfaat Red Hat OpenShift Application Runtimes juga bisa diimplementasikan pada aplikasi yang sudah ada.

Jakarta: Transformasi digital dimaknai sebagai kesempatan bagi perusahaan untuk bisa lebih bersaing di pasar dengan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Salah satunya dengan memanfaatkan layanan cloud native untuk perusahaan mengembangkan aplikasi.

Perusahaan penyedia solusi open source, Red Hat, merilis layanan Red Hat OpenShift Application Runtimes yang memungkinkan perusahaan untuk mempercepat pengembangan aplikasi cloud-native.

Pengembangan aplikasi cloud-native tersebut terdiri dari serangkaian framework dan runtimes yang terpilih secara preskriptif mengembangan sekaligus menjalani aplikasi berbasis microservice.

Red Hat OpenShift Application Runtimes merupakan solusi terpadu dalam pengembangan microservice application karena pengembangannya didukung berbagai bahasa dan framework

Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan kebutuhan pengembang aplikasi akan pilihan pilihan dengan persyaratan operasional untuk standardisasi dan dukungan dalam menciptakan aplikasi baru atau merancang ulang aplikasi yang sudah dibuat.

Ada beberapa manfaat yang ditawarkan oleh Red Hat OpenShift Application Runtimes, pengembangan yang disederhanakan. Layanan Red Hat diklaim mampu mengurangi kompleksitas pengembangan aplikasi cloud-native dengan mengintegrasikan kemampuan OpenShift Container Platform beserta runtimes dan framework.

Manfaat lainya adalah fleksibilitas yang sifatnya strategis dengan mendukung konfigurasi hybrid cloud sehingga pengembang aplikasi bisa mengurangi ketergantungan pada penyedia layanan cloud

Pengembang aplikasi bisa memilih membangun layanan dan sistem mereka dengan sistem hybrid dan multicloud menggunakan tool pilihan mereka sendiri. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.