Akuisisi di Brasil, Langkah Awal Tiongkok Rambah Amerika Latin

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 04 Jan 2018 15:33 WIB
teknologi
Akuisisi di Brasil, Langkah Awal Tiongkok Rambah Amerika Latin
DIdi mengakuisisi layanan transportasi berbasis aplikasi lokal Brazil, 99.

Jakarta: Satu tahun lalu, Didi memperluas cakupannya ke Brazil saat membeli saham kompetitor lokal Uber di ranah transportasi berbasis aplikasi, 99 senilai USD100 juta (Rp1,3 triliun). Baru-baru ini, Didi dilaporkan mendapatkan investasi sebesar USD4 miliar (Rp54 triliun).

Perolehan investasi ini mendorong Didi untuk lebih memperluas lagi cakupannya di wilayah Amerika Latin. Menurut sejumlah laporan lokal, Didi telah mengakuisisi startup transportasi asal Brazil tersebut yaitu 99, dengan nilai sebesar USD1 miliar (Rp13,5 triliun).

Juru bicara 99 mengaku tidak berwenang untuk memberikan informasi terkait hal tersebut, namun berjanji untuk segera memberikan informasi terkait. Didi juga masih bungkam saat dimintai keterangan, meski sumber yang dekat dengan Didi mengonfirmasi bahwa perusahaan asal Tiongkok tersebut tengah dalam pembahasan dan mengeksplorasi opsi yang tersedia.

Selain itu hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait tipe akusisi yang dilakukan oleh Didi. Akuisisi secara keseluruhan dinilai sejumlah pengamat menarik dan cukup agresif, sebab hingga saat ini, Didi lebih banyak terfokus pada investasi ke startup regional dibandingkan dengan membeli secara menyeluruh.

Startup transportasi berbasis aplikasi lain yang menerima investasi Didi termasuk Grab di Asia Tenggara dan Careem di Timur Tengah. Hingga saat ini, Didi baru melakukan akusisi pada tiga starup, namun ketiganya berada di negara asalnya yaitu Tiongkok.

Sementara itu sebelum akuisisi ini, 99 telah mendapatkan pendanaan sebesar USD240 juta (Rp) dari 11 investor. Investasi yang digelontorkan Didi kepada 99 dinilai mendorong peluang kerja sama ekonomi antara Brazil dan Tiongkok, dan berperangaruh terhadap pertumbuhan layanan seperti transportasi.

Selain itu pada bulan Desember lalu, Didi juga dilaporkan tengah mempersiapkan upaya dalam merambah pasar Meksiko, bersamaan dengan ekspansi di pasar Asia. Ekspansi tersebut termasuk perluasan cakupan ke pasar Taiwan melalui model franchise.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.