Sony Ingin Sediakan Layanan Transportasi Online

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 21 Feb 2018 17:41 WIB
sonyuber
Sony Ingin Sediakan Layanan Transportasi Online
Ilustrasi.

Jakarta: Sony berkata bahwa mereka akan bekerja sama dengan Daiwa Motor Transportation dan lima poerusahaan taksi lokal lainnya untuk mengembangkan sistem transportasi yang menghubungkan sopir dengan penumpang melalui aplikasi, sama seperti Go-Jek, Uber atau Grab. 

Namun, Sony berencana untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi permintaan penumpang dengan lebih baik sehingga mereka bisa menyediakan sopir dengan lebih efisien, lapor Nikkei.

Untuk melakukan itu, mereka akan mempertimbangkan trafik, sejarah berkendara, cuaca dan acara lokal. Sebelum ini, Sony telah menggunakan teknologi AI mereka di robot anjing Aibo. 

Menurut The Verge, Sony akan meluncurkan bisnis barunya ini pada musim semi, bersamaan dengan peluncuran sistem pembayaran baru.

Keenam perusahaan taksi yang akan bekerja sama dengan Sony antara lain Green Cab, International Motor, Kusumi Transportation, Checker Cab Radio Cooperative Association, Hinomaruku Transporation, dan Daiwa Motor. 

Secara total, keenam perusahaan itu memiliki 10 ribu taksi di kawasan Greater Tokyo. Sony berkata, mereka sedang mengembangkan platform yang memungkinkan sopir taksi dari perusahaan lain ikut bergabung.

Keputusan Sony untuk melakukan ini muncul di saat yang sama ketika CEO Uber Dara Khosrowshahi berkunjung ke Tokyo dalam rangka untuk kembali mencoba masuk ke pasar Jepang. 

"Jelas bagi saya bahwa kami perlu bekerja sama, khususnya bekerja sama dengan industri taksi di sini, yang pada dasarnya memiliki layanan yang sangat baik," kata Khosrowshahi, menurut Bloomberg. "Namun, layanan itu belum menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi."

Pasar taksi di Jepang bernilai USD16 miliar darn Uber menguasai kurang dari satu persen. Pasar tersebut memang semakin ramai. Pada Februari, LINE telah meluncurkan layanan taksi di Tokyo sementara Toyota juga telah menanamkan investasi sebesar JPY7,5 miliar di JapanTaxi, aplikasi pemanggil taksi. Sebelum ini, Toyota juga pernah menanamkan investasi di Uber. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.