Fokus ke Bisnis Data Center, Nilai Saham Intel Naik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 30 Jan 2018 14:21 WIB
intel
Fokus ke Bisnis Data Center, Nilai Saham Intel Naik
Nilai saham Intel mencapai nilai tertinggi dalam hampir dua dekade. (AFP PHOTO / MANDEL NGAN.)

Jakarta: Nilai saham Intel naik 7 persen pada hari Jumat. Ini merupakan nilai tertinggi saham Intel selama hampir dua dekade. Kenaikan ini berkat keputusan Intel untuk memindahkan fokus bisnisnya dari bisnis PC -- yang terus melambat -- ke bisnis data center

Pada hari Jumat, saham Intel mencapai USD48,5 (Rp650 ribu) per lembar, membuat nilai perusahaan pembuat chip tersebut naik hampir USD15 miliar (Rp201 triliun).

Menurut laporan Reuters, investor Intel juga tidak khawatir karena Intel meyakinkan bahwa nilai saham perusahaan tidak akan terpengaruh oleh kelemahan Spectre dan Meltdown yang ada para miliaran prosesor buatannya. 

Perusahaan asal Santa Clara itu ikut berperan dalam membangun industri PC. Intel menjadi salah satu perusahaan pembuat chip terbesar dunia berkat tuntutan akan PC yang terus naik.

Namun, dalam beberapa tahun belakangan, ketertarikan masyarakat untuk membeli PC justru mengalami penurunan. Karena itu, Intel fokus untuk membuat chip untuk data center dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan. 

Bisnis data center memiliki margin keuntungan yang lebih besar untuk Intel. Pendapatan dari divisi tersebut juga naik sekitar 20 persen menjadi USD5,58 miliar (Rp74,9 triliun). 

"Intel seccara sukses melakukan perubahan dari perusahaan  yang fokus pada PC menjadi perusahaan yang fokus pada data center. Bisnis data center Intel kini menyumbangkan 47 persen pendapatan," kata analis Credit Suisse, John Pitzer. Bisnis data center Intel juga terus menunjukkan pertumbuhan. 

Intel memperkirakan, bisnis data center mereka akan mengalami kenaikan sebesar belasan persen sementara bisnis PC mereka akan tumbuh kurang dari 10 persen.

Sementara itu, para analis berkata, Intel akan mendapatkan untung dari tingginya tuntutan akan komputer gaming, memori chip dan naiknya penjualan modem Intel ke Apple. 

Menurut analis Oppenheimer, Rich Schafer, penjualan modem Intel naik 26 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Memang, perlahan, Intel mulai menggantikan posisi Qualcomm sebagai penyuplai modem untuk Apple. Alasannya karena hubungan Apple dan Qualcomm yang terus memburuk. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.