Uber Paksa Pengemudinya Istirahat Setelah Kerja 12 Jam

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 13 Feb 2018 10:45 WIB
uber
Uber Paksa Pengemudinya Istirahat Setelah Kerja 12 Jam
Aplikasi Uber.

Jakarta: Uber akan mewajibkan mitra pengemudinya untuk offline setelah beroperasi selama 12 jam.

Uber di Amerika Serikat akan mengeluarkan kebijakan ini untuk mencegah kecelakaan akibat kondisi pengemudi yang mengantuk atau sempat tertidur saat berkendara. 

Uber di Amerika Serikat akan menetapkan rencana tersebut menyusul langkah serupa yang sudah dimulai oleh Uber di Inggris. Di Inggris, mitra pengendara Uber harus beristirahat selama 6 jam setelah beroperasi selama 10 jam.

Tidak hanya menjadi anjuran, tapi Uber akan mempertegas kebijakan tersebut denegan menonaktifkan secara otomatis aplikasi yang digunakan oleh mitra pengendara Uber selama 6 jam apabila sudah beroperasi selama 12 jam.

Venture Beat menyebutkan bahwa Uber mengklaim dua per tiga pengendaranya di Amerika Serikat beroperasi kurang dari 10 jam dalam seminggu, tapi mereka tidak merinci berapa banyak pengendara yang aktif beroperasi hingga lebih dari 12 jam.

Meksipun kebijakan ini tampaknya bagus, selalu ada cara bagi mitra pengemudi untuk menghindari kebijakan ini. Misalnya saja dengan menjadi pengemudi ganda tidak hanya untuk Uber tapi juga platform serupa, misalnya Lyft di Amerika Serikat.

Selain itu, sebagian besar dari mitra pengemudi ini beroperasi di malah hari setelah mereka menyelesaikan pekerjaan utama mereka di siang hari, sehingga hal ini menjadi tantangan bagi Uber untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi mitra pengemudinya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.